SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Penggunaan Media Kotak Hitung Terhadap Kemampuan Operasi Hitung Penjumlahan Anak Tunagrahita Di SMPLB BC Kepanjen Malang

EFENDI SAVITRI YUSTIN PUTRI

Abstrak


ABSTRAK

Efendi, Savitri Yustin Putri. 2019. Pengaruh Penggunaan Media Kotak Hitung Terhadap Kemampuan Operasi Hitung Penjumlahan Anak Tunagrahita Di SMPLB BC Kepanjen. Skripsi S1 PLB, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno M.Si (2) Eka Pramono Adi, S.IP , M.Si

 

Kata kunci: media kotak hitung, menjumlahkan, anak tunagrahita

Anak tunagrahita merupakan anak dengan kemampuan yang dibawah rata – rata anak normal, anak tunagrahita dapat di bagi menjadi 3, yaitu tunagrahita ringan, tunagrahita sedang dan tunagrahita berat. Anak tunagrahita seperti yang kita ketahui masih dapat diberikan pembelajaran akademik, salah satunya ialah pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika yang diberikan pun juga harus sesuai dengan kemampuan anak. Materi pembelajaran matematika salah satunya yang dapat diberikan kepada anak tunagrahita ringan ialah penjumlahan.

Berdasarkan  observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, peneliti menemukan ada 2 anak di kelas VII SMPLB BC Kepanjen yang merupakan tunagrahita ringan, akan tetapi mereka belum menguasai materi penjumlahan 1 – 10. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti tertarik untuk membuat skripsi dengan judul “Pengaruh Penggunaan Media Kotak Hitung Terhadap Kemampuan Operasi Hitung Penjumlahan Di SMPLB BC Kepanjen” untuk menilai apakah ada pengaruh yang diberikan sebelum dan sesudah anak menggunakan media kotak hitung sebagai media anak mengerjakan soal penjumlahan 1 – 10. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Subjek tunggal (SSR) dengan analisis data yang digunakan adalah A – B – A.

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa kemampuan anak sebelum menggunakan media kotak hitung memberikan hasil tes yang tergolong rendah. Pada saat dilakukannya intervensi anak sudah mulai menunjukkan peningatan. Selama diberikan perlakuan anak berhasil mendapatkan hasil nilai tes yang tergolong tinggi. Hal tersebut juga masih berlanjut saat setelah intervensi, anak mengerjakan tes soal tanpa mendapatkan perlakuan ataupun bantuan oleh peneliti akan tetapi anak mampu mengerjakan soal secara mandiri dan dengan hasil nilai tes yaitu tergolong baik.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh yang diberikan dari media kotak hitung terhadap kemampuan menjumlahkan anak tunagrahita di SMPLB BC Kepanjen. Hal ini ditunjukkan dari hasil data overlap yang menunjukkan angka 0% pada tahap baseline A1 menuju tahap interview. Dimana artinya ialah tidak adanya data yang saling tumpang tindih, sehingga dapat disimpulkan jika media kotak hitung berpengaruh terhadap kemampuan menjumlah anak tunagrahita di SMPLB BC Kepanjen.