SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Manajemen Sekolah Terhadap Implementasi Pendidikan Inklusif Di SMKN 13 Malang

JUMAROH DWI APITA

Abstrak


ABSTRAK

Jumaroh, D. Apita. 2019. Penerapan Manajemen Sekolah Terhadap Implementasi Pendidikan Inklusif di SMK Negeri 13 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing 1: Drs. M. Shodiq AM, M.Pd, Pembimbing 2: Eka Pramono Adi, S.IP. M.Si

 

Kata Kunci : Manajemen Sekolah, Implementasi, Pendidikan Inklusif

Konsep pendidikan inklusif bermakna sebagai konsep pendidikan yang mempresentasikan keseluruhan aspek yang berkaitan dengan keterbukaan dalam menerima anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh hak dasarnya sebagai warga negara. Konsep pendidikan inklusif memberikan hak dan kewajiban peserta difabel setara dengan peserta didik lainnya. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan inklusif bergantung pada bagaimana kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif, kesiapan ini dapat diketahui melalui penerapan manajemen sekolah dalam pengelolaan pendidikan inklusif.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan manajemen sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan masalah yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di SMK Negeri 13 Malang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber informasi penelitian ini adalah kepala sekolah, guru pembimbing khusus, koordinator inklusif, dan guru mata pelajaran yang diambil dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:

(1) sekolah sudah melakukan penerimaan peserta didik berkebutuhan khusus dan memberikan layanan kompensatoris,

(2) sekolah sudah menyusun program pembelajaran individual,

(3) model pendidikan inklusif yang digunakan adalah model pull out,

(4) sekolah melakukan modifikasi penilaian,

(5) peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan evaluasinya dilakukan melalui supervisi oleh kepala sekolah,

(6) penyelenggaraan pendidikan inklusif di SMKN 13 Malang dicantumkan dalam RAPBS,

(7) sarana dan prasarana sekolah dapat diakses oleh seluruh peserta didik,

(8) pihak sekolah melakukan kerjasama dengan pihak luar sekolah,

(9) permasalahan yang dihadapi oleh sekolah berkaitan dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang meliputi peningkatan kompetensi guru pembimbing khusus serta pengadaan sarana dan prasarana khusus.

 

Kesimpulan yang diperoleh yaitu SMKN 13 Malang sudah memiliki manajemen sekolah yang bagus dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif. Hal ini terbukti dengan adanya perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang matang di setiap aspek manajemen. Saran yang dapat diberikan berkaitan dengan penelitian adalah peningkatan kompetensi guru pembimbing khusus oleh pemerintah pusat, pemberian bantuan khusus penunjang penyelenggaraan pendidikan inklusif oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta studi banding bagi guru pembimbing khusus ke sekolah lain penyelenggara pendidikan inklusif.