SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Balok Penjumlahan 1-10 Siswa Tunarungu Kelas I SDLB-B YPTB Kota Malang

MUHAMMAD KHAKIM

Abstrak


Kata Kunci: Kemampuan Berhitung, Tunarungu, Media Balok Penjumlahan

Media pembelajaran merupakan alat yang digunakan untuk membantu menyampaikan informasi pendidikan kepada siswa supaya tujuan pembelajaran dapat tercapai. Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang memiliki konsep abstrak sehingga memerlukan sebuah media sebagai penunjang dalam proses belajar serta dapat memberikan pengalaman yang nyata terhadap siswa.

Hasil observasi dan wawancara terhadap guru dan siswa di SDLB-B YPTB Kota Malang, terdapat beberapa masalah yang memerlukan alternatif pemecahannya.Pada mata pelajaran matematika siswa belum dapat memahami materi penjumlahan yang disebabkan kurang tersedianya media yang mendukung pembelajaran tersebut.Media yang digunakan oleh guru disekolah yaitu benda-benda konkret berupa lidi dan kelereng sebagai media pembelajaran penjumlahan 1-10.Namun media tersebut dirasa kurang aman dan kurang menarik bagi siswa tunarungu kelas rendah. Oleh karena itu peneliti akan memberikan solusi berupa mengembangkan media balok penjumlahan 1-10.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui desaik media, kelyakan media, serta dampak penerapan media terhadap pembelajaran matematika materi penjumlahan 1-10 di kelas I SDLB-B YPTB Kota Malang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Borg and Gall yang disederhanakan oleh peneliti menjadi 7 tahapan.Peneliti menggunakan subjek siswa tunarungu yang berjumlah 6 siswa.Validator media adalah ahli media, ahli materi 1 dan ahli materi 2.

Desain produk berupa balok-balok berukuran 5 x 5 x 5 cm sebanyak 55 balok yang dimasukkan ke dalam sebuah kotak yang menyerupai koper. Media balok penjumlahan dilengkapi dengan panduan penggunaan serta filosofi media di dalamnya.Media balok penjumlahan didesain berdasarkan kemampuan siswa dan kompetensi dasar pada kelas I mata pelajaran matematika.

Hasil pengembangan media balok penjumlahan memperoleh skor sebagai berikut:

(1) Ahli media yaitu 98,07% (sangat layak)

(2) Ahli materi 1 yaitu 94,44% (sangat layak), dan

(3) Ahli materi 2 yaitu 98,21% (sangat layak).

Hasil rata-rata nilai post-test adalah 96 sedangkan nilai KKM matematika kelas I adalah 71 sehingga media pembelajaran balok penjumlahan 1-10 dapat dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran matematika materi penjumlahan 1-10.

 

Saran bagi pengembang selanjutnya adalah mengkaji terlebih dahulu kebutuhan dan karakteristik peserta didik, kemampuan peserta didik, pemilihan materi, serta pemahaman materi sebelum disampaikan kepada peserta didik sehingga menghasilkan pembelajaran bermakna bagi peserta didik.