SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MEDIA LABIRIN UNTUK MENINGKATKAN PEMBENTUKAN MIND MAP PADA PESERTA DIDIK TUNANETRA DALAM MELAKUKAN ORIENTASI DAN MOBILITAS DI SMALB NEGERI PANDAAN

rizkianto .

Abstrak


ABSTRAK

Rizkianto. 2017. Pengembangan Media labirin Untuk Meningkatkan Pembentukan Mind Map Pada Peserta Didik Tunanetra Dalam Melakukan Orientasi & Mobilitas di SMALB Negeri Pandaan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si, (II) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, M.Pd.

Kata kunci: tunanetra, labirin, mind map, orientasi dan mobilitas

Orientasi dan mobilitas termasuk program khusus yang bersifat abstrak, sehingga guru membutuhkan media pembelajaran yang tepat dalam mengajarkannya kepada peserta didik tunanetra. Modifikasi media dubutuhkan dalam proses pembelajaran agar peserta didik tunanetra dapat menerima materi orientasi dan mobilitas dengan mudah.

Permasalahan pada penelitian ini adalah keterbatasan media dalam penyampaian materi komponen khusus orientasi meliputi compass direction, numbering system,dan clue. peserta didik tunanetra hanya menyimak materi yang disampaikan guru sehingga mereka kesulitan dalam mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. Media yang dapat dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah media labirin, yaitu media berbentuk papan dengan ciri khas adanya tanda0tanda timbul.

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media labirin untuk meningkatkan pembentukan mind map pada peserta didik tunanetra dalam melakukan orientasi dan mobilitas di SMALB Negeri Pandaan dengan mengadaptasi model pengembangan dari Borg and Gall yang meliputi 10 langkah dan disederhanakan menjadi 7 langkah. Subjek uji coba produk terdiri dari ahli media, ahli materi, dan ahli pembelajaran ABK, serta 2 peserta didik tunanetra di SMALB Negeri Pandaan.

Hasil penelitian ini 1) ditunjukkan melalui nilai validasi sebagai berikut: 1) nilai validasi ahli media sebesar 82,5% (Sangat Layak), 2) nilai validasi ahli materi sebesar 77,5% (Layak), dan 3) nilai validasi ahli pembelajaran ABK sebesar 90% (Sangat Layak). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa media labirin dapat digunakan oleh peserta didik tunanetra.

Saran penelitian meliputi: 1) guru disarankan untuk menggunakan media labirin pada pembelajaran orientasi dan mobilitas terutama materi compass direction, numbering system, dan clue, 2) peneliti selanjutnya dengan topik pengembangan yang sama disarankan untuk mengkaji kembali media pembelajaran yang ada demi kesempurnaannya.

ABSTRACT

Rizkianto. 2017. The Development of Maze Media for Improving the Mind Map Establishment for students with visual impairment in Doing Orientation and Mobility at SMALB Negeri Pandaan. Research for Special Education, Faculty of Education, The State University of Malang. Advisor : (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si, (II) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd.

Keyword: Visual Impairment, Maze, Mind Map, Orientation and Mobility

Orientation and mobility are included in special programs that are abstract, so that teachers need the right learning media in teaching it to students with visual impairment. Media modification is required in the learning process so that students with visual impairment can receive orientation and mobility material easily.

               Problems in this research is the limited media in the delivery of special component orientation materials include compass direction, numbering system, and clue. visually impaired learners only listened to the material submitted by teachers so that they are having difficulty in applying it in everyday life. Media that can be developed to overcome these problems is the maze media, which is a board-shaped media with typical feature of embossing.

               The purpose of this research is to produce maze media to increase mind map formation in visually impaired learners in orientation and mobility in SMALB NegeriPandaan by adapting development model from Borg and Gall covering 10 steps and then simplified into 7 steps. The subjects of the product trial consisted of media experts, material experts, and Children with special needs learning experts, as well as 2 students with visual impairment at SMALB NegeriPandaan.

               The results of this study are shown through validation values ​​as follows: 1) the media expert's validation value of 82.5% (Very Eligible), 2) the expert material validation value of 77.5% (Eligible), and 3) the validation value of the Children with special needs learning experts of 90% (Very Eligible). Based on the results of this study, it can be concluded that the maze media can be used by students with visual impairment.

               The research suggestions include: 1) the teacher is advised to use the maze media on orientation and mobility learning especially the compass direction, numbering system, and clue materials; 2) further researchers on the same development topics are suggested to review the existing learning media for the perfection.