SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

IMPLEMENTASI LAYANAN BIMBINGAN KEMATANGAN KARIR BAGI PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMK INKLUSI DI KOTA MALANG

Serlia Wega Novitarani

Abstrak


ABSTRAK

 

Novitarani, Serlia. W. 2017. Implementasi Layanan Bimbingan Kematangan Karir Bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Di SMK Inklusi Di Kota Malang. Skripsi,  Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FIP, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Mohammad Effendi, M.Pd, M.Kes., (II) Eka Pramono, M.Si.

 

Kata Kunci: Layanan bimbingan kematangan karir, peserta didik berkebutuhan khusus, SMK Inklusi.

 

Selama menempuh pendidikan di sekolah kejuruan inklusi peserta didik berkebutuhan khusus telah mendapatkan ilmu keterampilan, namun masih membutuhkan bimbingan dalam setiap pengambilan keputusan karir setelah lulus sekolah. Oleh karena itu perlu kajian intensif tentang layanan bimbingan kematangan karir bagi peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah kejuruan inklusi di kota Malang.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi layanan bimbingan kematangan karir bagi peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah kejuruan inklusi. Layanan bimbingan tersebut meliputi enam aspek kematangan karir yaitu perencanaan karir, eksplorasi karir, pengetahuan tentang membuat kaputusan karir, pengetahuan (informasi) tentang dunia kerja, pengetahuan tentang kelompok pekerjaan yang lebih disukai, realisasi keputusan karir.

Penelitian menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif dengan persentase. Sampel penelitian ini adalah seluruh guru BK, GPK dan Wali Kelas di lima sekolah kejuruan inklusi di kota Malang, yang terdapat 5 sekolah menurut data Dinas Pendidikan Kota Malang yang berjumlah 39 responden. Instrumen penelitian menggunakan angket dengan skala Guttman dengan mengembangkan aspek kematangan karir yang dikembangkan oleh Donald. E. Super. Analisis data mengguakan teknik analisis deskriptif persentase.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata  (82,7%) aspek dalam kematangan telah terlaksana dengan baik. Terdapat satu pernyataan pada aspek realisasi keputusan karir yang memiliki data sebesar 40 %, yang artinya bahwa peserta didik berkebutuhan khusus belum mampu mengambil keputusan mengenai masa depannya secara mandiri tanpa bimbingan dan bantuan orang tua.

Saran bagi guru pembimbing untuk mengembangkan program bimbingan supaya peserta didik berkebutuhan khusus memiliki kematangan dalam pengambilan keputusan karir. Bagi sekolah dapat menjadi sumber informasi atau data yang membantu dalam bimbingan pada peserta didik berkebutuhan khusus pada penyusunan program bimbingan karir, sehingga tujuan dari pelaksanaan layanan bimbingan dapat tercapai.

 

ABSTRACT

 

Novitarani,Serlia. W. 2017. Implementation of CareerMaturity Guidance Services for Children with Special Needs at Vocational Schools Inclusive In Malang. Undergraduate Thesis, Department of Special Education, Faculty of Education, State University of Malang. Advisors: (1) Prof. Dr. Mohammad Effendi, M.Pd, M.Kes., (II) Eka Pramono Adi, M.Si

 

Keywords: Maturity career guidance service, children with special needs, inclusion SMK

 

               While studying in inclusion vocational schools, students with special needs have gained skills knowledge, but still need guidance in every career decision after graduating school. Therefore, it is needed intensive study of career maturity guidance for special needs students in inclusion vocational school in Malang city.

               This study is aimed at describing the implementation of career maturity guidance services for students with special needs in the inclusion vocational schools. The guidance services cover six aspects of career maturity such as career planning, career exploration, knowledge of making decision career, knowledge (information) about the world of work, knowledge of the work group is preferred, the realization of a career decision.

               The research used quantitative descriptive research approach with percentage. The samples were taken from 39 respondents such as  all guidance and counseling (BK/Bimbingan Konseling) teachers, shadow teachers (Guru Pendamping Kelas/GPK)  and class teachers in 5 inclusion vocational schools in Malang city. The research instrument was a Guttman-scale questionnaire by developing a career maturity aspect developed by Donald. E. Super. The data analysis was using descriptive analysis technique percentage.

               The results showed that the average (82,7%) aspect in maturity has been performed well. There is one statement on the aspect of the realization of career decisions that have a data of 40, that mean was  the learners with special needs have not been able to make decisions about their future independently without parental guidance and assistance.