SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MEDIA MONOPOLI BRAILLE PADA PELAJARAN MATEMATIKA DALAM MATERI OPERASI HITUNG CAMPURAN BAGI PESERTA DIDIK TUNANETRA KELAS V SDLB NEGERI LAMONGAN

Karnadi . .

Abstrak


ABSTRAK

 

Karnadi. 2016. Pengembangan Media Monopoli Braille pada Pelajaran Matematika dalam Materi Operasi Hitung Campuran bagi Peserta Didik Tunanetra Kelas V SDLB Negeri Lamongan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. M. Efendi, M.Pd, M.Kes, (II) Dr. Sihkabuden, M.Pd.

 

Kata kunci: Tunanetra, Monopoli Braille, operasi hitung campuran

 

Matematika termasuk mata pelajaran yang bersifat abstrak, sehingga guru membutuhkan media yang tepat dalam mengajarkannya kepada peserta didik, terutama tunanetra. Modifikasi media dibutuhkan dalam proses pembelajaran agar peserta didik tunanetra dapat menerima materi pelajaran matematika dengan mudah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah keterbatasan media dalam materi operasi hitung campuran yang meliputi operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Peserta didik tunanetra hanya menggunakan buku teks sehingga mereka kesulitan dalam mempelajari operasi hitung campuran. Media yang dapat dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah media Monopoli Braille, yaitu media berbentuk papan permainan dengan ciri khas adanya tanda-tanda Braille di setiap petaknya.

Tujuan penelitian ini untuk: 1)  menghasilkan media Monopoli Braille yang layak dan efektif sebagai media pembelajaran matematika pada operasi hitung bagi peserta didik tunanetra, 2) menghasilkan pengembangan yang dapat digunakan sebagai referensi untuk pembelajaran matematika.

Metode penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Model penelitian menggunakan prosedur penelitian pengembangan Borg and Gall. Prosedur tersebut meliputi: 1) penelitian dan pengumpulan informasi, 2) perencanaan, 3) pengembangan desain produk awal, 4) validasi produk awal, 5) revisi produk awal, 6) uji coba lapangan, dan 7) revisi produk akhir.

Hasil penelitian ditunjukkan melalui nilai validasi sebagai berikut: 1) nilai oleh ahli materi pertama sebesar 95% (sangat layak), 2) nilai oleh ahli materi kedua sebesar 95% (sangat layak), 3) nilai oleh ahli media sebesar 97.61% (sangat layak). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa media Monopoli Braille sangat layak digunakan oleh peserta didik tunanetra.

Saran penelitian meliputi: 1) guru disarankan untuk menggunakan media Monopoli Braille pada pembelajaran matematika terutama materi operasi hitung campuran, 2) peneliti selanjutnya dengan topik pengembangan yang sama disarankan untuk mengkaji kembali media pembelajaran yang ada demi kesempurnaannya.