SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Cara Belajar: (StudiKasusSiswaTunanetrapadaPelajaranBiologidi SMPN I RengelKabupatenTuban)

Setiawan Gema Budi

Abstrak


ABSTRAK

 

Budi, Setiawan Gema. 2017. Cara Belajar Siswa Tunanetra pada Pelajaran Biologi di SMPN 1 Rengel Kabupaten Tuban. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri  Malang. Pembimbing : (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd ; (II) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si

 

Kata Kunci : Cara Belajar, Anak Berkebutuhan Khusus Tunanetra, Biologi, SMP

 

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia atau mahluk hidup. Pendidikan merupakan hak dasar untuk semua individu, bahkan untuk segala kondisi dari suatu individu tersebut. Pendidikan merupakan kebutuhan wajib bagi semua individu, termasuk untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kondisi seorang ABK terkadang mempengaruhi transfer of knowledge pada siswa berkebutuhan khusus, sebagai contoh siswa tunanetra yang memiliki hambatan pengelihtan yang akan berdampak pada cara belajar siswa. Adanya hambatan ini mempengaruhi cara belajar siswa selama pelajaran biologi pada sekolah umum (SMPN). Berdasarkan latarbelakang tersebut rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana cara belajar siswa tuna netra pada pelajaran biologi di SMPN 1 Rengel, apakah factor pendukung dan penghambat cara belajar siswa.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dibagi menjadi dua yakni sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara, observasi dan studi dokumentasi dengan metode analisis yakni model interktif. Hasil penelitian ini yaitu siswa memiliki gaya belajar audiotorial dan kinestetik yang cenderung menggunakan indera pendengaran dan gerakan atau menyentuhnya. Faktor pendukung cara belajar siswa yakni adanya persiapan secara jasmani, sarana, tekad dan pikiran dari pihak keluarga, siswa maupun guru. Faktor pengahambat dari cara belajar siswa yaitu guru belum memiliki keterampilan mengajar siswa berkebutuhan khusus tunanetra, kesulitan menjelaskan soal bergambar secara lisan serta guru belum memfasilitasi siswa untuk mendapatkan softcopy materi yang bias digunakan siswa belajar dengan laptop dengan aplikasi pembaca layar.

Kesimpulan dari penelitian ini yaitu reponden mengikuti kelas regular yang didukung penuh dengan berbagai persiapan dari keluarga, sekolah dan lingkungan yang diwujudkan dalam persiapan sarana, jasmani, tekad dan pikiran. Kategori pada cara audiotorial dan kinestetik. Adanya kerjasama yang baik antara sekolah dan keluarga menjadi factor pendukung cara belajar siswa sedangkan factor penghambat yaitu belum adanya guru yang memiliki keahlian mengajar ABK. Saran dari penelitian ini penyajian materi lebih menekankan verbal/auditif. Hendaknya siswa diikutsertakan di setiap materi pembelajaran terutama pada saat praktek.