SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Upaya Sekolah Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Siswa Tunarungu Melalui Pembelajaran Keterampilan (studi kasus d SMPLB Negeri Malang).

Gita Ayu Swastika

Abstrak


ABSTRAK

 

Anak berkebutuhan khusus juga merupakan individu yang perlu memiliki keterampilan agar nantinya mampu meningkatkan kemandirian, terutama dalam kemandirian ekonomi. SMPLB Negeri Malang adalah satu lembaga pendidikan formal bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang  melaksanakan program pembelajaran keterampilan. Pelaksanaan pembelajaran keterampilan di sekolah dilakukan perencanaan yang matang mulai dari pemilihan koordinator, penentuan jenis keterampilan, sampai dengan pelaksanaannya yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi siswa.

Fokus penelitian ini meliputi (1) mendeskripsikan progam pembelajaran keterampilan, (2) pelaksanaan pembelajaran keterampilan, (3)  hambatan pelaksanaan pembelajaran keterampilan, dan (4) upaya mengatasi hambatan pembelajaran keterampilan di SMPLB Negeri Malang.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan peneliti sebagai instrument utama. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Sementara itu pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan teknik triangulasi (triangulasi teknik dan triangulasi sumber) dan member check.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pelaksanaan pembelajaran keterampilan diawali dengan rapat untuk menentukan jenis keterampilan kemudian memilih koordinator untuk setiap jenis keterampilan, kemudian  melakukan asessmen untuk mengetahui bakat, minat dan kemampuan siswa. Pelaksanaan pembelajaran keterampilan sekolah mendatangkan tenaga profesional untuk mendampingi siswa. Pemberian tugas dan praktik dilakukan untuk menilai hasil belajar siswa. Hambatan yang dihadapi sekolah dalam pelaksaan keterampilan hanya pada keterampilan design grafis yaitu kurangnya unit komputer untuk siswa. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah siswa yang mengikuti keterampilan design grafis membawa laptop.

Saran ditujukan kepada kepala sekolah agar  menambah fasilitas komputer  dalam pembelajaran keterampilan design grafis. Untuk koordintaor keterampilan disarankan memanfaatkan media pembelajaran, misalnya video, buku panduan, poster, dan sebaginya, sehingga pembelajaran keterampilan menjadi menarik. Untuk guru agar membagi siswa yang mengikuti keterampilan design grafis menjadi beberapa kelompok dengan hari yang berbeda untuk mengikuti keterampilan design grafis.