SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pemanfaatan Media Flip Chart Dalam Pembelajaran Bina Diri Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpakaian Siswa Tunagrahita Kelas II SDLB Di SLB Pembina Tingkat NasionalBagian C Lawang, Kabupaten Malang.

Fadlia Nurul Insani

Abstrak


ABSTRAK

 

Tunagrahita adalah mereka yang memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata yang sedemikian rupa sehingga mengakibatkan kesulitan belajar, hambatan penyesuaian diri dan kesulitan mengurus diri, khususnya dalam berpakaian. Untuk itu, proses pembelajaran keterampilan berpakaian perlu dibantu penggunaan media yaitu media flip chart. Media flip charttersebut berisikan gambar yang disertai penjelasan singkat tentang berpakaian sehingga memungkinkan siswa lebih aktif dan menumbuhkan minat serta perhatian siswa.

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan kemampuan berpakaian siswa tunagrahita sebelum menggunakan media flip chart, (2) untuk mendeskripsikan kemampuan berpakaian siswa tunagrahita setelah menggunakan media flip chart, (3) untuk menganalisis keefektifan media flip chart terhadap kemampuan berpakaian siswa tunagrahita.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan desain Single Subject Research (SSR) dengan model A-B-A-B. Subjek penelitian seorang siswa tunagrahita yang berusia 8 tahun.Teknik pengumpulan data menggunakan tes dengan pedoman lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata kemampuan berpakaian siswa pada kondisi baseline-1 (A1) dengan kondisi intervensi-1 (B1), yang berarti kemampuan berpakaian siswa mengalami peningkatan dari rendah ke cukup tinggi. Presentase overlap sebesar 0% yang menunjukkan tidak ada tumpang tindih sehingga dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media flip chart efektif dan berpengaruh positif terhadap kemampuan berpakaian.

 

Saran yang diajukan kepada (1) guru dapat mengembangkan media flip chart dengan desain dan bentuk yang lebih menarik, (2) peneliti selanjutnya dapat mengembangkan media flip chart dengan subjek anak berkebutuhan khusus (ABK) yang lain, dan (3) kepala sekolah dapat menyediakan fasilitas yang memadai untuk pelaksanaan bina diri di sekolah yang lebih baik.