SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Permainan Magic Square Berbasis Multimedia Interaktif Dalam Pembelajaran Matematika Siswa Tunagrahita Ringan SMPLB Negeri Kedungkandang

ekky nata andasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Anak tunagrahita merupakan salah satu anak berkebutuhan khusus yang berhak mendapatkan pendidikan seperti anak lainnya. Pembelajaran matematika adalah salah satu pendidikan paling dasar yang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Anak tunagrahita perlu diajarkan pendidikan matematika, supaya memiliki pengetahuan dasar tentang penjumlahan dan pengurangan agar dapat membekali individu pada kehidupan sehari-hari.

Media pembelajaran adalah alat bantu pembelajaran penyampaian materi pembelajaran yang digunakan oleh guru kepada siswa untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam proses pembelajaran demi mencapainya tujuan pembelajaran. Keberadaan media pembelajaran membuat siswa lebih mudah menerima materi. Media pembelajaran yang saat ini dikembangkan adalah multimedia interaktif. Contoh multimedia interaktif yaitu permainan/game.

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan permainan magic square yang lebih menarik dan menyesuaikan kebutuhan siswa, dapat memudahkan siswa dalam pengerjaan materi penjumlahan dan pengurangan,mengetahui kelayakan media yang telah dibuat melalui validasi ahli media, ahli materi dan ahli pembelajaran ABK. Permainan magic square adalah permainan berupa kotak yang berisi angka-angkat yang dijumlahkan akan menghasilkan jumlah yang sama baik secara diagonal, vertikal maupun horizontal.

Pengembangan media ini menggunakan metode pengembangan Lee & Owens dengan tahapan (1) identifikasi kebutuhan, (2) desain, (3) pengembangan dan implementasi, (4) evaluasi.

Subjek uji kelayakan media adalah (1) ahli media, (2) ahli materi, (3) ahli pembelajaran ABK. Subjek uji coba lapangan yang terdiri dari 2 siswa tunagrahita kelas VIII di SMPLB Negeri Kedungkandang.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, pengembangan media pembelajaran menggunakan permainan magic square memiliki kriteria sangat layak dengan perolehan presentase sebesar 98% dari ahli materi, sebesar 82& dari ahli materi, sebesar 82% dari ahli pembelajaran ABK, sehingga media yang dikembangkan menjadi sangat menarik.