SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Penerapan Senam Mulut Terhadap Kemampuan Mengucapkan Huruf Siswa Tunarungu Kelas A di TKLB-B YPTB Kota Malang

REZA SUTARNA PUTRI

Abstrak


ABSTRAK

 

Putri, Reza Sutarna. 2017. Pengaruh Penerapan Senam Mulut Terhadap Kemampuan Mengucapkan Huruf Siswa Tunarungu Kelas A di TKLB-B YPTB Kota Malang, Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. M. Shodiq A.M., M.Pd. (II) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn.

 

Kata kunci: Senam mulut, kemampuan mengucapkan huruf, tunarungu.

 

Senam mulut adalah gerakan-gerakan yang dilakukan oleh organ pada mulut seperti lidah, gigi, dan bibir. Gerakan yang dilakukan adalah gerakan yang sederhana seperti membuka mulut, tersenyum lebar, menjulurkan lidah, mengarahkan lidah ke samping, membuka mulut, dan memonyongkan bibir.

Penelitian ini dilaksakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan beberapa hal, yang mencakup kondisi anak tunarungu sebelum dilakukan treatment, setelah dilakukan treatment, dan seberapa besar pengaruh senam mulut terhadap kemampuan mengucapkan huruf pada anak tunarungu antara sebelum dan setelah diberikan treatment.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif berjenis eksperimen one group pre-test post-test. Data penelitian yang berupa hasil tes dalam bentuk tulisan ini diperoleh dari tes pengucapan huruf a/i/u/e/o/b/d/l sebelum dan sesudah dilakukan treatment pada siswa tunarungu di tingkat TK. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa perlakuan dan pengukuran yang telah disetujui oleh dosen selaku ahli materi dan guru kelas sebagi ahli praktisi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap identifikasi dan klasifikasi data sebelum dan sesudah treatment, dan tahap evaluasi. Pada tahap evaluasi data diolah dengan menggunakan uji Wilcoxon.

Hasil dari penelitian pre-test dan post-test yang telah dilakukan adalah  sebelum dilakukan senam mulut siswa dianggap kurang jelas dalam mengucapkan huruf hal ini dilihat dari nilai pre-test yang didapatkan yaitu nilai tertinggi 66,67 nilai terendah 62,50 dengan rata-rata 65,83 dan setelah dilakukan senam mulut siswa lebih jelas mengucapkan huruf dilihat dari nilai post-test yang didapatkan yaitu nilai tertinggi 100,00 dan nilai terendah 91,67 dengan rata-rata nilai sebesar 95,83.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada siswa tunarungu sebelum dan sesudah diberikan perlakuan senam mulut pada awal proses pembelajaran. Senam mulut sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca huruf anak tunarungu kelas A di TLKB-B YPTB Kota Malang. Saran yang dari penelitian ini adalah senam mulut sangat membantu bagi sekolah, guru, dan siswa karena dengan senam mulut siswa lebih mudah mengucapkan huruf, dan peneliti mengharapkan ada penelitian lanjutan yang membahas tentang kemampuan mengucapkan huruf dengan menggunakan senam mulut.