SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Kegiatan Menari Cublak – Cublak Suweng (Tari Kreasi ) Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Tunagrahita Sedang Di Kelas 4 SDLB Idayu 2 Malang

DICKY IMAM SHANDIKA

Abstrak


Di sekolah luar biasa, anak tidak hanya diberikan mata pelajaran-mata pelajaran seperti pada umumnya tetapi juga diberikan keterampilan bagi anak sebagai layanan khusus bekal bagi anak tunagrahita. Dan salah satu keterampilan yang ada di SDLB Idayu 2 Malang adalah pembelajaran seni tari yang sudah melekat dikehidupan siswa-siswa SDLB Idayu 2 Malang. Kegiatan menari melatih motorik dan konsentrasi pada anak tunagrahita, meskipun dalam melatih gerakannya anak mudah lupa dan perlu banyak pengulangan. Motorik anak tunagrahita ringan lebih rendah dari anak normal. Sedangkan tinggi dan berat badan anak sama.

Kompetensi yang termuat dalam mata pelajaran SBK untuk anak tunagrahita di kelas 4 SDLB salah satunya adalah menari, Seni tari, mencakup keterampilan berdasarkan olah tubuh dengan dan tanpa rangsangan bunyi dan apresiasi terhadap gerak tari.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan motorik kasar anak tungrahita khususnya kemampuan seni rupa dengan kegiatan menari cublak – cublak suweng sebelum dan sesudah diberikan treatment. Motorik kasar adalah kemampuan gerak tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh motorik kasar diperlukan agar anak dapat duduk, menendang, berlari, naik turun tangga dan sebagainya

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan desain satu kelompok atau one grup pre-tes pos-tes yang terdiri dari 5 anak. Data penelitian yang berupa penilaian hasil kempuan gerak anak dihimpun dengan instrumen unjuk kerja melalui lembar observasi dengan skala penilaian.

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai probabilitas hasil sampel 0.0010