SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media InteraktifDalamPembelajaranMatematikaMateriBangunRuangUntukAnak TunarunguKelas VIII SMPLB

Riyan Latuverisa

Abstrak


 

 

Kata kunci : Pengembangan, Media Interaktif, Anak Tunarungu, Bangun Ruang.

 

SMPLB B YPTB Malang dan SMPLB Kedungkandang Malang adalah sebagian kecil dari sekian sekolah untuk anak-anak tunarungu. Dari hasil observasi awal di kedua sekolah tersebut, masalah yang mendasar yang perlu segera diatasi adalah bagaimana guru dapat menyampaikan materi agar anak tunarungu dapat cepat mengerti dan menerima materi yang diberikan. Dapat dilihat dari pembelajaran matematika siswa masih sulit untuk mengikuti pembelajaran yang diberikan, oleh karena itu peneliti ingin mengembangkan media pembelajaran interaktif materi Bangun Ruang maka peneliti ingin melakukan penelitian mengenai pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis computer. Dengan judul “Pengembangan Media Interaktif dalam Pembelajaran Matematika Materi Bangun Ruang untuk Anak Tunarungu Kelas VIII SMPLB”.

Tujuan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran interaktif dan menguji kelayakan produk yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran Matematika materi Bangun Ruang sehingga nantinya dapat membuat pembelajaran lebih inovatif, menarik serta dapat memusatkan perhatian siswa tunarungu khususnya di SMPLB Kedungkandang Malang dan SMPLB B YPTB Malang.

Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian diadopsi dari model pengembangan Sugiyono (2009) sebagai dasar pengembangan media pembelajaran interaktif. Ada tujuh tahapan dalam pengembangan media pembelajaran interaktif yaitu: (1) research and information colletion (penelitian dan pengumpulan data), (2) planning (perencanaan), (3) develop preliminary form of product (pengembangan draft produk awal), (4) preliminary field testing (uji coba awal), (5) main product revision (revisi hasil uji coba), (6) main field testing(uji lapangan produk utama) dan (7) operational product revision(revisi pemakaian produk).

Hasil pengembangan media pembelajaran interaktif ini dinyatakan dalam kualifikasi valid/layak berdasarkan analisis sebagai berikut: validasi ahli media 93,75% ahli materi 89,583% uji coba perorangan 87,5% dan uji coba Kelompok besar 65,5 %. Dengan demikian, produk yang dikembangkan dinyatakan valid dan efektif digunakan sebagai media dalam proses pembelajaran.

Dilihat dari hasil validasi media pembelajaran interaktif diatas dapat disimpulkan media pembelajaran interaktif untuk anak tunarungu kelas VIII SMPLB B sudah layak digunakan dan dapat diterapkan dalam pembelajaran MatematikamateriBangunRuang. Saran yang diajukanberdasarkanhasilpengembanganyaitu,(1) Guru dan siswa hendaknya memperhatikan petunjuk penggunaan media pembelajaran interaktif terlebih dahulu, (2) Bagi Sekolah Pengembangan media pembelajaran interaktif untuk jenjang SMPLB B dapat dijadikan alternatif media yang digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar, (3) Bagi pengembang yang akan memproduksi media yang sama, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai: Salah satu rujukan dalam penelitian dan pengembangan media pembelajaran interaktif dengan tema yang berbeda serta menghasilkan produk media yang lebih baik.