SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Penggunaan Buku Cerita Bergambar Terhadap Kemampuan Komunikasi Anak Autis Di Pusat Layanan Autis Kota Malang

Arie Lusiati

Abstrak


ABSTRAK

 

Lusiati, Arie. 2015. Pengaruh Penggunaan Buku Cerita Bergambar Terhadap Kemampuan Komunikasi Anak Autis Di  Pusat Layanan Autis Kota Malang. Skripsi S1 PLB. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1)Dra.Wiwik D. Hastuti S.Pd. M.Pd (2) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si.

 

Kata kunci : Buku Cerita Bergambar, Kemampuan Komunikasi, Anak autis

 

Dalam hidup bermasyarakat manusia telah diberi anugerah untuk mampu berkomunikasi. Tetapi untuk anak autis kesulitan dalam berkomunikasi. Dengan gambar-gambar yang menarik maka anak-anak akan cenderung melihat dan memperhatikan guru yang sedang bercerita.Salah satu ciri- ciri gangguan  anak autisme, adalah  gangguan komunikasi. Pada umumnya anak autisme mudah berkomunikasi dengan visual, yaitu dengan  melihat gambar. Mereka akan tertarik dengan melihat gambar.

Tujuan dari penelitian secara umum adalah:1)Untuk mendiskripsikan kemampuan komunikasi anak  autis sebelum penggunaan  buku  cerita  bergambar,2) Untuk mendiskripsikan kemampuan komunikasi anak autis setelah penggunaan buku cerita cerita bergambar,3)Untuk mendeskripsikan pengaruh yang signifikan antara buku cerita bergambar terhadap kemampuan  komunikasi anak autis.

Desain rancangan penelitian  yang di gunakan adalah metode eksperimen dengan subyek tunggal (Single Subyek Research), yaitu suatu metode yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari suatu perlakuan  (intervensi ) yang diberikan. Variabel bebas adalah metode bercerita dengan buku cerita bergambar dan potongan gambar aktivitas dari buku cerita. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan komunikasi anak autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Dalam penelitian ini menggunakan desain A-B-A’ ,yang dilakukan selama 19 sesi yaitu 6 sesi kondisi baseline -1 (A1), 8 sesi baselin intervensi (B), dan  5 sesi kondisi baseline 2 (A2).

Data dikumpulkan pada lembar penilian dan observasi. Data yang dikumpulkan berjenis presentasi. Berdasarkan hasil mean level sebesar 85.7 kondisi intervensi. Presentase overlap sebesar 0% ini menunjukkan bahwa pemberian intervensi berupa bercerita dengan buku cerita bergambar berpengaruh terhadap target behavior yaitu kemampuan komunikasi, karena dapat meningkatkan kemampuan komunikasi anak autism.

 

Kesimpulan dari penelitian ini, menunjukkan bahwa penggunaan buku cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan komunikasi anak autisme. Adanya peningkatan kemampuan komunikasi anak autisme setelah di berikan intervensi menggunakan buku cerita bergambar. Saran untuk guru sebaiknya menggunakan media buku cerita bergambar sesuai dengan tema  untuk meningkatkan komunikasi pada anak autisme .