SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH PERMAINAN FUNGSIONAL TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK AUTIS DI PUSAT LAYANAN AUTIS KOTA MALANG

Susi Marta Handayani

Abstrak


ABSTRAK

 

Handayani, Susi Marta. 2015. “Pengaruh Permainan Fungsional terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang”. Jurusan  Pendidikan Luar Biasa, Falkutas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing ( I ) Dra. Sudarsini, M. Pd Pembimbing ( II) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M. Si

 

Kata kunci : permainan fungsional, motorik kasar, melempar dan menangkap bola, anak autistic

 

Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk membuktikan bahwa penerapan  permainan fungsional dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak autis terutama untuk gerakan anggota gerak atas seperti melempar dan menangkap bola. Pertanyaan dalam penelitian ini adalah: apakah penggunaan permainan fungsional dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar seperti melempar dan menangkap bola pada anak autis?

Asumsi  dasarnya adalah permainan fungsional dapat digunakan sebagai referensi dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar sepeti melempar dan menangkap bola anak autis. Peneliti ingin meningkatkan kemampuan anak dengan aktivitas duduk dan tengkurap di gymball.

Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, serta dalam intervensi dan analisis data menggunakan metode Single Subject Research (SSR)  disain A–B–A, dengan satuan ukur frekuensi dan persentase. Subjek penelitian adalah anak autis ringan.Data diambil dengan mengguanakan tes perbuatan setelah perlakuan diberikan.Data yang didapatkan adalah baseline-1(A1), treatment (B) dan beseline-2 (A2). Kemudian data dianalisa, hasil yang didapatkan : panjang kondisi baseline-1(A1) adalah 5 sesi observasi, selama 5 hari, kondisi intervensi (B) sampai 7 sesi selama 7 hari, dan kondisi baseline-2 (A2) adalah 4 sesi selama 4 hari pertemuan. Selanjutnya data dianalisa menggunakan grafik visual analisis yang terdiri dari analisa dalam kondisi dan antar kondisi.

Data kondisi baseline-1(A1) menunjukkan stabilitas, kondisi intervensi menunjukkan kenaikan, kondisi baseline-2(A2) kemampuan anak menunjukkan stabilitas dari hari pertama sampai hari ke empat. Mean level meningkat yang mana pada baseline-1 adalah 31,32%, intervensi adalah 61,7%, baseline-2 adalah 82,15%. Skor tertinggi kemampuan motorik kasar setelah perlakuan dihentikan adalah 86,6%. Data persentase overlap antar kondisi baseline-1 dan kondisi intervensi adalah 0%.

Hasil penelitian menunjukkan kenaikan  pada kemampuan motorik kasar setelah intervensi diberikan. Kemampuan anak melempar dan menangkap bola memperlihatkan peningkatan pada kekuatan, daya tahan dan arah gerakan.

 

Permainan fungsional dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar. Oleh karena itu,  permainan fungsional dengan duduk dan tengkurap di gymball ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi dalam meningkatkan atau mengoptimalkan kemampuan motorik kasar seperti melempar bola dan menangkap yang dimiliki oleh anak Autis.