SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA EKSPRESIF ANAK AUTIS DI PUSAT LAYANAN AUTIS KOTA MALANG

Warda Isnaini

Abstrak


ABSTRAK

 

Isnaini, Warda. 2015. Pengaruh Permainan Ular Tangga Terhadap Peningkatan Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Sulthoni, Dr., M.Pd. (2) Endro Wahyuno, Drs., Ir., M.Si

 

Kata kunci : Permainan, ular tangga, bahasa ekspresif, anak autis.

 

Anak autis seringkali bingung memahami bahasa yang disampaikan oleh orang lain karena anak autis mengalami kerusakan pada otaknya. Sehingga dalam pemrosesan suatu informasi tidak sesuai dengan orang pada umumnya. Hal tersebutlah yang menyebabkan anak autis tantrum, menyakiti diri sendiri, menangis, marah, acuh tak acuh, dan tertawa tanpa sebab. Karena anak autis mengalami kebingungan memahami apa yang ada disekitarnya dan kesulitan mengungkapkan perasaannya. Untuk itu diperlukan sebuah bantuan pada anak agar mampu memahami apa yang dialami baik melalui gambar, tulisan ataupun isyarat agar anak mampu menyebutkan dan mengekspresikan atau menggambarkan perasaan sedih, senang dan marah  dan mengikuti aturan permainan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh permainan ular tangga terhadap peningkatan bahasa ekspresif anak autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang

Metode Penelitian ini menggunakan penelitian SSR ( Single Subyect Research) dengan desain penelitian A-B-A. Subjek penelitian sebanyak satu orang yang berada di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Subyek penelitian ini adalah anak autis laki-laki berusia 11 tahun yang saat ini bersekolah di SD Nurul Izzah dan Pusat Layanan Autis Kota Malang.

Penelitian dilakukan dalam 19 sesi yaitu baseline-1(A1) sepanjang 6 sesi, kondisi intervensi (B) sepanjang 7 sesi,  dan baseline-2 (A2) sepanjang 6 sesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi  menggunakan permainan ular tangga berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan bahasa ekspresif pada anak autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Hasil tersebut dibuktikan dengan pemerolehan mean  level yang meningkat dari baselineA1 sebesar 71,5% sedangkan intervensi sebesar 88,74% dan baseline A2 sebesar 90,2%. Presentasi overlap antar kondisi baseline-A1 terhadap intervensi sebesar 0%.

 

Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh permainan ular tangga terhadap peningkatan kemampuan bahasa ekspresif anak autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Adapun saran bagi guru dalam penelitian ini adalah guru dapat memanfaatkan permainan ular tangga dalam pembelajaran ini  sesuai dengan karakter dan kebutuhan siswa.