SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Keterampilan Berbelanja Untuk Anak Tunagrahita Kelas V SDLB Putra Jaya Kota Malang Menggunakan Teknik Shaping

Moch. Arroki

Abstrak


ABSTRAK

 

Arroki, Moch. 2015. Pembelajaran Keterampilan Berbelanja Untuk Anak Tunagrahita Kelas V SDLB Putra Jaya Kota Malang Menggunakan Teknik Shaping, Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Imanuel Hitipeuw, M. A, (II) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd

 

Kata kunci: keterampilan berbelanja, teknik shaping

 

Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah penggunaan teknik shaping terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berbelanja anak tunagrahita? Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen menggunakan metode penelitian subjek tunggal (Single Subject Design) dengan desain A-B-A-B dan menggunakan satuan ukur skor. Subjek penelitian ini adalah salah satu siswa tunagrahita yang kelas V di SDLB Putra Jaya Kota Malang pada tahun ajaran 2014/2015. Teknik pengumpulan data menggunakan  non tes (observasi). Analisis data menggunakan teknik analisis visual grafik (visual analysis of graph data), yaitu dengan cara memplotkan data-data kedalam grafik, kemudian data tersebut dianalisis berdasarkan komponen-komponen pada setiap kondisi

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknik shaping efektif dalam meningkatkan keterampilan berbelanja pada siswa tunagrahita. Hal tersebut dapat dilihat dari skor yang didapat siswa yang menunjukkan perubahan level positif. Perubahan level pada fase baseline 1 ke intervensi 1 adalah sebesar yaitu 54%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan (+) keterampilan berbelanja di swalayan pada siswa dan adanya peningkatan mean dari fase baseline 1 (A1) sebesar 48 ke fase intervensi 1 (B1) sebesar 97,28. Pada fase baseline 2 (A2) mean mengalami penurunan menjadi 69,30. Kemudian intervensi 2 (B2) kembali diberikan sehingga mean menjadi meningkat sebesar 99,30. Pada fase baseline 2 (A2) ke intervensi 2 (B2) terjadi peningkatan (+) keterampilan berbelanja di swalayan sebesar 23%. Pada fase intervensi 2 (B2) target behavior dapat tercapai. Hal ini dapat dilihat dari perolehan skor yang mencapai skor 100, menunjukkan bahwa intervensi yang telah diberikan dapat meningkatkan keterampilan berbelanja siswa dan penggunaan teknik shaping terbukti efektif.       Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan teknik shaping efektif dalam meningkatkan keterampilan berbelanja pada siswa tunagrahita kelas V SDLB. Hal tersebut ditunjukkan melalui adanya keterampilan berbelanja pada saat sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa teknik shaping. Adapun saran bagi guru dari hasil penelitian ini adalah guru dapat menggunakan modifikasi perilaku lainnya yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa untuk menunjang keberhasilan dalam pembelajaran.