Skripsi Bahasa Mandarin - Fakultas Sastra UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Concept Sentence untuk Melatih Keterampilan Berbicara Siswa Kelas X LMT 2 SMAN 2 Malang

Diana Rina Wati

Abstrak


ABSTRAK

 

Wati, Diana Rina. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Concept Sentence untuk Melatih Keterampilan Berbicara Siswa Kelas X LMT 2 SMAN 2 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Tiksno Widyatmoko, M.A.

 

Kata Kunci : Model Pembelajaran, Concept sentence, keterampilan berbicara.

 

Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif Concept Sentence untuk melatih keterampilan berbicara siswa kelas X LMT 2 SMAN 2 Malang dan mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif Concept Sentence untuk melatih keterampilan berbicara siswa kelas X LMT 2 SMAN 2 Malang. Concept Sentence merupakan strategi pembelajaran yang dilakukan dengan memberikan kartu kata kunci kepada siswa, dari kata kunci tersebut disusun menjadi beberapa kalimat kemudian dikembangkan. Tahapan yang dilaksanakan dalam model pembelajaran ini yaitu : 1) penyampaian kompetensi dan penyampaian materi 2) pembagian kelompok 3) pemberian kata kunci 4) diskusi kelompok, dan 5) diskusi pleno.

Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan untuk alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar angket dan lembar observasi. Angket digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap model pembelajaran concept sentence, sedangkan observasi digunakan untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan selama proses pembelajaran. Sumber data yang digunakan adalah siswa kelas X LMT 2 SMAN 2 Malang yang berjumlah 27 siswa.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran concept sentence dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran untuk melatih keterampilan berbicara. Penerapan model pembelajaran ini membuat siswa lebih bersemangat dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Siswa sangat antusias dalam kegiatan kelompok, selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung siswa saling berdiskusi dan bekerjasama dengan baik. Ketika melaksanakan presentasi secara lisan dalam bahasa Mandarin, siswa terlihat sangat bersemangat dan antusias.