Skripsi Bahasa Mandarin - Fakultas Sastra UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Kesalahan Penggunaan Kata 忽然(hūrán) dan 突然(tūrán) Oleh Mahasiswa Semester 5 Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang

Dian Eka Rachmawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Kata 忽然(hūrán) dan 突然(tūrán) memiliki arti kata dalam bahasa Indonesia yang berarti “tiba-tiba”. Kedua kata tersebut memiliki makna kata yang sama, namun memiliki kelas kata yang berbeda. Kata 忽然(hūrán)merupakan kata keterangan sedangkan kata突然(tūrán) merupakan kata sifat. Kedua kata tersebut telah diajarkan dalam perkuliahan, namun fakta menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswa yang tidak paham tentang penggunaannya.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan penggunaan kata 忽然(hūrán) dan 突然(tūrán) serta faktor penyebabnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah dari hasil tes dan hasil wawancara mahasiswa semester 5 Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin. Data dalam penelitian ini berupa bentuk-bentuk kesalahan dari hasil tes soal penggunaan kata忽然(hūrán) dan 突然(tūrán). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, dengan instrumen pendukung berupa lembar tes dan pedoman wawancara.

Hasil tes dari penelitian ini menunjukkan bentuk-bentuk kesalahan penggunaan kata忽然(hūrán) dan 突然(tūrán) yang dilakukan oleh mahasiswa semester 5 Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UM. Bentuk kesalahan tersebut, yaitu: (1) kesalahan pemilihan kata忽然(hūrán) dan 突然(tūrán). (2) Kesalahan penggunaan kata忽然(hūrán) dan 突然(tūrán). (3) Kesalahan penempatan kata忽然(hūrán) dan 突然(tūrán) yang tidak sesuai aturan. (4) Kalimat yang ditulis tidak lengkap. (5) Seharusnya tidak menggunakan kata忽然(hūrán) dan 突然(tūrán).

Dari hasil wawancara diketahui faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswa melakukan kesalahan, yaitu: (1) Mahasiswa jarang menggunakan kata忽然(hūrán) pada saat menulis kalimat yang berarti “tiba-tiba”. (2) Mahasiswa tidak mengetahui perbedaan kedua kata tersebut secara mendetail. (3) Mahasiswa kurang memahami gramatika kata忽然(hūrán) ) dan突然(tūrán). (4) Mahasiswa menghindari menggunakan kata忽然(hūrán). (5) Pelafalan yang mirip menyebabkan penggunaan kata忽然(hūrán) dan突然(tūrán) tertukar. (6) Kurangnya penjelasan dosen secara mendetail mengenai kedua kata tersebut. (7) Mahasiswa kurang menggunakan sumber pembelajaran lainnya, serta (8) mahasiswa jarang mendengar dosen menggunakan kata 忽然(hūrán) pada saat perkuliahan.