Skripsi Bahasa Mandarin - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KESALAHAN PELAFALAN 送气 -不送气sòngqì-bùsòngqìMAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA MANDARINANGKATAN 2015 UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Ella Novie Andari

Abstrak


ABSTRAK

 

Pelafalan dalam bahasa Mandarin dibagi menjadi tiga, yaitu pelafalan konsonan awal, pelafalan final dan nada. Konsonan awal dikelompokkan menjadi dua perbandingan. Pengelompokkan konsonan tersebut berdasarkan kuat dan lemahnya udara yang dikeluarkan pada saat melafalkannya. Hal inilah yang disebut teori pelafalan送气 -不送气sòngqì-bùsòngqì.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan pelafalan送气 -不送气sòngqì-bùsòngqì pada mahasiswa program studi pendidikan bahasa Mandarin kelas B angkatan 2015, Universitas Negeri Malang. Untuk itu peneliti melakukan kegiatan mengidentifikasi, menjelaskan, dan mengevaluasi kesalahan pelafalan送气 -不送气sòngqì-bùsòngqì yang terjadi pada mahasiswa.

Penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan bahasa Mandarin kelas B sebanyak 23 orang. Data dalam penelitian ini adalah kesalahan pelafalan bahasa Mandarin 送气 -不送气sòngqì-bùsòngqì pada mahasiswa pendidikan bahasa Mandarin angkatan 2015 Universitas Negeri Malang. Data tersebut diperoleh dari tes lisan yang telah dianalisis menggunakan software Praat. Data berikutnya adalah faktor-faktor penyebab kesalahan pelafalan送气 -不送气sòngqì-bùsòngqì. Data ini diperoleh dari angket yang telah diisi oleh mahasiswa.

 

Berdasarkan analisis yang telah peneliti lakukan, peneliti menyimpulkan kesalahan pelafalan sòngqì paling banyak terdapat pada shengmu ‘p’, dengan prosentase mencapai 14 %.  Setelah shengmu ‘p’ kesalahan berikutnya banyak ditemukan pada shengmu ‘c’ dengan prosentase mencapai 9.5 %. Kemudian ditemukan kesalahan pada shengmu ’t’ sebanyak 5.2 %, selanjutnya yang paling sedikit dijumpai kesalahan adalah shengmu ‘ch’ dengan prosentase hanya 3.4% dan pada shengmu‘q’ tidak ditemukan kesalahan, sedangkan untuk kesalahan pelafalan bù sòngqì paling banyak terdapat pada shengmu ‘’j’, dengan prosentase mencapai 69.5 %. Setelah shengmu‘ j’ yang banyak ditemukan kesalahan adalah shengmu‘zh’ dengan prosentase mencapai 53 %.  Kemudian kesalahan berikutnya yang banyak ditemukan adalah pada shengmu ‘z’ yaitu sebesar 47%. Pada shengmu ‘g’ ditemukan kesalahan sebesar 12%. Shengmu yang tidak terlalu banyak ditemukan kesalahan adalah shengmu ‘b’ dengan prosentase 4%, dan yang paling sedikit dijumpai kesalahan adalah shengmu ‘d’dengan prosentase hanya 2.6%.