SKRIPSI Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DENGAN PENDEKATAN PENEMUAN TERBIMBING DI SDN KEDUNGREJO V KECAMATAN TANJUNGANOM KABUPATEN NGANJUK

Katinem .

Abstrak


ABSTRAK

 

Katinem. 2010. " Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V dengan Pendekatan Penemuan Terbimbing di SDN Kedungrejo V Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk"  . Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar,FIP. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Wasih D.S, M.Pd (II) Dra.Lilik Bintartik, M.Pd.

 

Kata Kunci : IPA SD, Hasil Belajar IPA, Pendekatan Penemuan Terbimbing.

 

Hasil pengamatan pendahuluan proses pembelajaran IPA yang berlangsung di kelas V SDN Kedungrejo V menunjukkan guru menjelaskan materi dengan metode ceramah dan pemberian tugas, sehingga diperoleh gambaran pembelajaran yang kurang efektif. Penggunaan metode ceramah berlebihan dapat menyebabkan siswa jenuh, membosankan  dan tidak memperhatikan dengan sungguh-sungguh. Pada pembelajaran ini suasana kelas cenderung teacher-centered sehingga siswa menjadi pasif. Untuk memecahkan masalah ini dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menerapkan pendekatan penemuan terbimbing.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan rancangan PTK. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah (1) Tes, (2) Observasi, (3) Dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah (1) Peneliti sendiri merupakan instrumen utama (2) Pedoman Observasi, (3) Kamera, (4) Lembar tes.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa: peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran pada siklus  I sebesar 61% dan pada siklus II sebesar 90% dari 6 unsur yang diamati. Peningkatan persentase kerjasama siswa dalam diskusi kelompok  pada siklus I dan siklus II yang meliputi : a) siswa dapat melakukan percobaan secara runtut sesuai langkah kerja dengan semua pada siklus I sebesar 35%, dan  pada siklus II sebesar 60%,  b) siswa melakukan percobaan runtut tapi ada yang salah pada siklus I sebesar 30%, dan  pada siklus II sebesar 25%, c) siswa melakukan percobaan secara tidak runtut pada siklus I sebesar 25%, dan  pada siklus II sebesar 15%,  d) siswa tidak melakukan percobaan pada siklus I sebesar 10%, dan  pada siklus II tidak ada siswa yang tidak melakukan percobaan. Hasil belajar siswa dengan skor rata-rata 54,5 (pra tindakan), 68 (siklus I), 84,5 (siklus II). Dilihat dari persentase daya serap  siswa juga meningkat dari 25% (pra tindakan), 65% (siklus I), 90% (siklus II). Sedangkan dari ketuntasan belajar maka terjadi penurunan jumlah dari siswa yang berkreteria belajar rendah dan sangat rendah 15 (pra tindakan), 7 (siklus I), dan 2 (siklus II)..

Kesimpulan dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini  adalah penerapan pendekatan penemuan terbimbing dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar  IPA siswa kelas V SDN Kedungrejo V Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Disarankan supaya guru dalam mengajar mata pelajaran IPA maupun mata pelajaran yang lain, hendaknya mencoba menggunakan strategi belajar dengan pendekatan penemuan terbimbing.