SKRIPSI Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN PERMAINAN BOLA GAYUNG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PADA KELOMPOK A DI RA PERWANIDA 03 KARANGNONGKO KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG

Riski Yulia Lestari

Abstrak


ABSTRAK 

 

Lestari, Riski Yulia. 2017. Penerapanpermainan bola gayunguntukmeningkatkankemampuanmotorikkasarpadakelompok a di raperwanida 03 karangnongkokecamatan poncokusumo kabupaten malang.Skripsi, Program StudiPendidikan Guru PendidikanAnakUsiaDini, JurusanKependidikanSekolahDasardanPrasekolah, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I WayanSutama, M.Pd, (II) Evania Yafie, S.Pd, M.Pd.

 

Kata Kunci :MotorikKasar, Bola Gayung

 

Berdasarkanhasilpengamatan yang dilakukan di RA Perwanida 03 Karangnongko Poncokusumoditemukanbahwaperkembanganmotorikkasaranakbelumberkembangsecara optimal. Salah satupenyebabkurangberkembangnyamotorikkasaradalahkegiatan yang berhubungandenganpengembanganmotorik kasarjarangdilaksanakandan media yang digunakanjugakurangbervariasi.

 

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) bagaimanameningkatkankemampuanmotorikkasardengan media permainan bola gayunguntuk di kelompok A di RA Perwanida 03 Karangnongko, (2) apakahpenerapanpermainan bola gayungdapatmeningkatkankemampuanmotorikkasardi kelompok A di RA Perwanida 03 Karangnongko?

 

Rancanganpenelitian yang digunakanadalahpenelitiantindakankelas (PTK).Subyekpenelitiansebanyak20 anak yang terdiridari 11 anakperempuandan9anaklaki-laki. Penelitianinidilaksanakandalam1Isiklus.Setiapsiklusterdiridari 4 tahapyaitu: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) pengamatan; (4) refleksi. Pengumpulan data dilakukandenganteknikobservasi, dandokumentasi.

 

Kualitas pembelajaran sebelum menggunakan media gayung belum optimal diketahui melalui catatan lapangan bahwa anak tidak memperhatikan guru, kurang bersemangat saat bermain dan media juga kurang atraktif, setelah pemberian tindakan dengan bermain bola gayung anak lebih antusias dalam bermain dan fokus dalam kegiatan pembelajaran , maka dapat disimpulkan pembelajaran dengan menggunakan bola gayung lebih menarik perhatian anak dan kemampuan motorik kasar anak juga meningkat. Hasil peningkatan kemampuan motorik kasar anak dengan menggunakan permainan bola gayung menunjukan peningkatan untuk ketercapaian dalam pratindakan jumlah anak yang berhasil 6 dari 20 anak 55,1% (belum berkembang). Pada siklus I jumlah anak yang berhasil 11 dari 20 anak 62,5% (mulai berkembang). Pada siklus II jumlah anak yang berhasil 17 dari 20 anak 85% (berkembang sangat baik).

Adapun saran yang dikemukakanpenelitiadalah: 1) guru harus lebih inovatif dan kreatif dalam menciptakan permainan, 2) guru harus di dukung dan di motivasi untuk menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi, 3) bagi peneliti selanjutnya diharapkan bisa membuat pembelajaran yang lebih berkreasi, berwawasan dan inovatif.