SKRIPSI Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Tentang Pengukuran Panjang Melalui Pendekatan Kontekstual Metode Pemecahan Masalah Siswa Kelas III UPT SDN Mandaranrejo II Pasuruan

SUKARSIH - SUKARSIH

Abstrak


ABSTRAK

Sukarsih, 2010.Peningkatan Hasil Belajar Matematika Tentang Pengukuran Panjang Melalui Pendekatan Kontekstual Metode Pemecahan Masalah Siswa Kelas III UPT SDN Mandaranrejo II Pasuruan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Jurusan KSDP. Program PJJ-SI PGSD. Pembimbing : Dra. Sri Harmini, S.Pd, M.Pd                              

Kata Kunci:Pembelajaran Kontekastual, Pemecahan Masalah Pengukuran Panjang

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan menggunakan pendekatankontekstual metode pemecahan masalah. Dalam penelitian ini dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : 1) Apakah pembelajaran kontekstual dengan metode pemecahan masalah dapat meningktkan aktivitas siswa kelas III UPT SDN Mandanrejo II Pasuruan dalam pembelajaran matematika ?,2) Apakah pembelajaran kontekstual dengan metode pemecahan masalah  dapat meningkatkan hasil belajar matematika tentang pengukuran panjang siswa kelas III UPT SDN Mandanrejo II Pasuruan ?, 3)Bagaimana penerapan pembelajaran Matematika kontekstual dapat meningkatkan kemapuan pemecahan masalah siswa kelas III UPT SDN mandaranrejo II Pasuruan ?

Subjek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas III                                                                                                                                           UPT SDN Mandaranrejo II Pasuruan sebanyak 32 siswa. Penelitian ini diawali dengan pemberian tes awal yang bertujuan untuk memperoleh gambaran awal kemampuan siswa dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan menggunakan alat ukur. Dari 32 siswa 5 orang siswa memperoleh nilai 100, 4 orang siswa memperoleh nilai 80, 8 orang siswa memperoleh nilai 60, 13 orang siswa memperoleh nilai 40, dan 2 orang siswa memperoleh nilai 20. KKM  sekolah sebesar 70, artinya siswa dikatakan tuntas belajarnya apabila telah memperoleh nilai minimal 70. Dari hasil tes awal dapat disimpulkan bahwa siswa yang tuntas belajar 9 orang siswa (28% ), sedangkan siswa yang tidak tuntas belajar ada 23 orang siswa (72%). Sehingga pembelajaran dikatakan tidak berhasil. Perbaikan yang dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari 2 siklus. Setiap tindakan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah lembar observasi dan pedoman wawancara.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan (1), Hasil observasi aktivitas siswa  pada siklus I diperoleh prosentase 79% dengan kiteria tingkat keberhasilan baik. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus II diperoleh prosentase 88, 1 %, dengan criteria keberhasilan amat baik. Hal ini mebuktikan bahwa aktivitas siswa meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 9,1%, (2) Hasil belajar pada akhir I diperoleh nilai rata-rata 72,8 siswa yang tuntas belajar 21 siswa dan siswa tidak tuntas belajar 11 siswa. Hasil belajar pada akhir siklus II diperoleh nilai rata-rata 84.3 siswa yang tuntas belajar 32 siswa (100%). (3) Kemapuan pemecahan masalaha meningkat, dengan kiteria keberhasilan amat baik, karena itu dapat disimpulkan bahwa dengan pembelajaran matematika kontekstual kemapuan pemecahan masalah siswa kelas II SDN mandaranrejo II Pasuruan mengalami peningkatan