SKRIPSI Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATA PELAJARAN PKn UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN TIRTOMARTO IV KECAMATAN AMPELGADING KABUPATEN MALANG

Jati Krisna Murti

Abstrak


ABSTRAK

 

Murti, Jati Krisna. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada  Mata Pelajaran PKn Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Tirtomarto IV Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Program Studi S I PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan. Pembimbing (I) Muchtar, S.Pd, M.Si, Pembimbing II Drs. Imam Nawawi, M.Si

 

Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Hasil Belajar, PKn.

 

            Pembelajaran yang diterapkan di SDN Tirtomarto IV adalah model ceramah, penugasan, tanya jawab. Selain itu diketahui bahwa kegiatan pembelajaran masih berorientasi pada target kurikulum, sehingga apa yang dikerjakan siswa kurang bermakna, hal ini akan berakibat pada kurangnya pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari, sehingga hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran PKn kurang optimal. agar pembelajaran siswa lebih bermakna, maka digunakan model pembelajaran berbasis masalah. Peran guru dalam pembelajaran berbasis masalah sebagai fasilitator, dimana guru (1) mengorientasi siswa kepada masalah, (2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, (3) membantu penyelidikan individu dan kelompok, (4) menyajikan hasil karya, (5) analisis dan evaluasi pemecahan masalah.

            Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran PKn untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas IV SDN Tirtomarto IV, (2) penerapan model pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran PKn di kelas IV SDN Tirtomarto IV. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan bentuk penelitian tindakan kelas Kemmis dan Taggart. Penelitian ini menggunakan 2 siklus, di mana tiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan, hasil belajar, Perbandingan hasil belajar, refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, wawancara, dokumentasi.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa hal ini berdasarkan analisis data hasil belajar siswa kelas IV SDN Tirtomarto IV, dapat diketahui bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada refleksi awal yang dilaksanakan pada tanggal 19 Nopember 2009 sebesar 60 dengan ketuntasan belajar sebesar 29.73%. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I yang dilaksanakan pada tanggal 26 Nopember 2009 sebesar 69 dengan ketuntasan belajar sebesar 81.1%. Sehingga dapat dikatakan bahwa rata-rata nilai hasil belajar siswa refleksi awal dan siklus I mengalami peningkatan sebesar 9.00 dengan peningkatan ketuntasan belajar sebesar 14.86%, dan rata-rata hasil belajar siklus II yang dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2009 menunjukkan peningkatan yang signifikan sebesar 74 dengan ketuntasan belajar sebesar 100%. Dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Tirtomarto IV.

            Kendala yang dihadapi adalah penerapan model pembelajaran berbasis masalah membutuhkan waktu yang lama. Beberapa saran yang dapat diberikan peneliti sehubungan dengan penelitian yang telah dilaksanakan adalah (1) guru dapat menerapkan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran PKn untuk meningkatkan hasil belajar siswa, (2) guru dalam menerapkan model pembelajaran berbasis masalah hendaknya dapat mengorganisir waktu dengan baik, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal, guru harus mengalokasikan waktu secara tepat untuk setiap tahap rencana pembelajaran yang disusun dan melakukan ketentuan tersebut sehingga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia, (3) pelaksanaan model pembelajaran berbasis masalah hendaknya dibuat lebih variatif lagi, misalnya dengan mengajak siswa terjun langsung ke lapangan untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan materi, (4) penelitian ini hendaknya dapat diteruskan oleh peneliti berikutnya untuk diterapkan pada sekolah lain dan dengan materi yang berbeda pula

 

 


Teks Penuh: DOC PDF