SKRIPSI Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGGUNAAN METODE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn KELAS III SDN BENERWOJO KECAMATAN KEJAYAN KABUPATEN PASURUAN

RULASMINI KHOTIMAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Khotimah, Rulasmini. 2009. Penggunaan Metode Role Playing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PKn Kelas III SDN Benerwojo Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Program Studi SI PGSD, Jurusan KSDP FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Ahmad Samawi, M. Hum, (II) Drs. Sumanto, M.Pd.

 

Kata Kunci : Metode, Role Playing, hasil belajar, PKn, SD.

 

Role Playing atau bermain peran  adalah salah satu bentuk permainan pendidikan (educational games) yang dipakai untuk menjelaskan perasaan, sudut pandangan, dan cara berpikir orang lain (membayangkan diri sendiri seperti dalam keadaan orang lain). Berdasarkan pengamatan peneliti pada siswa kelas III SDN Benerwojo diketahui bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn pada materi "Peraturan di Keluarga" masih rendah, hanya mencapai rata-rata 56,92. Nilai ini masih di bawah Standar Ketuntasan Minimal (SKM) ditetapkan yaitu 75. Dalam pembelajaran guru kurang melibatkan siswa secara langsung. Guru sering menggunakan metode ceramah untuk menjelaskan materi, sehingga pembelajaran hanya berpusat pada guru. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk  mendiskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode Role Playing pada materi " Peraturan di Masyarakat" mata pelajaran PKn kelas III SDN  Benerwojo kecamatan Kejayan kabupaten Pasuruan. Mendiskripsikan peningkatan hasil belajar materi "Peraturan di Masyarakat" mata pelajaran Pkn dengan menggunakan metode Role Playing  di kelas III SDN Benerwojo.

Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model siklus yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Kurt Lewin yang setiap siklusnya terdiri dari beberapa tahap, yaitu: Perencanaan, Tindakan dan Observasi, dan Refleksi. Penelitian dilakukan di kelas III SDN Benerwojo kecamatan Kejayan, kabupaten Pasuruan, pada mata pelajaran PKn. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada Semester I  Tahun Pelajaran 2009/2010 yang dilakukan dalam 2 siklus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran PKn mengalami peningkatan. Pada siklus I guru mengalami kesulitan dalam menerapkan metode Role Playing kemudian pada siklus II guru menjadi lebih terampil dalam pembelajaran. Ini terbukti dari hasil perolehan skor aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus I mencapai skor 75 yang mengalami peningkatan pada siklus II yang mencapai skor 85 dengan kriteria baik. Hal ini juga diikuti dengan peningkatan aktivitas belajar siswa. Pada siklus I taraf keberhasilan peningkatan aktivitas belajar siswa mencapai 66,67 dengan kriteria cukup, kemudian meningkat menjadi 83,33 pada siklus II dengan kriteria baik.

Hasil belajar siswa aspek kognitif dan afektif juga mengalami peningkatan. Hasil belajar aspek kognitif pada siklus I mencapai prosentase keberhasilan 70 dengan kriteria cukup. Pada siklus II mengalami peningkatan dengan prosentase keberhasilan 94,44 dengan kriteria sangat baik. Peningkatan ini juga diikuti hasil belajar siswa aspek afektif, yang pada siklus I mencapai  prosentase keberhasilan 70,55 dengan kriteria cukup, dan pada siklus II mencapai taraf keberhasilan 81,67 dengan kriteria baik.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa: 1) pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran PKn materi "Peraturan di Masyarakat"  dengan menggunakan metode Role Playing dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, 2) hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah menggunakan metode Role Playing..

 Maka dari itu saran yang dapat diberikan adalah guru hendaknya dapat menerapkan metode Role Playing pada mata pelajaran PKn dengan memberikan skenario pemeranan 2 hari sebelum pelaksanaan pembelajaran disertai penggunaan kostum sesuai tokoh peran pada waktu pemeranan. Bagi Kepala Sekolah, hendaknya memberikan bimbingan dan pembinaan kepada guru di lingkungan SDN Benerwojo kecamatan Kejayan, terutama berkenaan dengan penggunaan metode Role Playing dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Bagi peneliti lain agar meneliti penggunaan metode Role Playing pada materi yang berbeda dengan yang telah diteliti oleh peneliti saat ini.