SKRIPSI Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PEMBELAJARAN KONSEP LUAS SEGITIGA DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY) UNTUK MENINGKATKAN ALIH BELAJAR SISWA KELAS IV SDN 2 NGADIRENGGO KABUPATEN TRENGGALEK

Novia Anjarwati

Abstrak


ABSTRAK

 

Anjarwati, Novia. 2013. Pembelajaran Konsep Luas Segitiga dengan Metode Penemuan Terbimbing (Guided Discovery) untuk Meningkatkan Alih Belajar Siswa SD Kelas IV SDN 2 Ngadirenggo  Kabupaten Trenggalek. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Tumardi, S. Pd, M. Pd, Pembimbing (II) Dra. Endang Setyo Winarni, S. Pd, M. Pd.

 

Kata Kunci: pembelajaran, luas segitiga, metode penemuan terbimbing, alih  belajar.

Berdasarkan wawancara dan observasi, ternyata masih banyak siswa yang kesulitan memahami konsep luas segitiga. Siswa sekedar menghafal rumus luas segitiga dan tidak dapat menjelaskan darimana rumus diperoleh. Siswa bisa mengerjakan soal tentang luas segitiga siku-siku, tetapi saat mengerjakan luas segitiga lancip dan tumpul siswa mengalami kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran konsep luas segitiga dengan metode penemuan terbimbing, (2) peningkatan alih belajar siswa, dan (3) hasil-hasil belajar atau dampak dari metode penemuan terbimbing ketika pembelajaran.

Sesuai kurikulum 1994 suplemen 1999, pembelajaran luas segitiga disarankan menggunakan metode penemuan melalui peragaan. Dengan metode penemuan, siswa tidak sekedar menghafal rumus luas segitiga tetapi aktif terlibat secara fisik dan mental untuk menemukan rumus. Metode yang digunakan adalah metode penemuan terbimbing. Penerapan metode penemuan terbimbing dalam pembelajaran luas segitiga mempunyai beberapa kelebihan. Kelebihan tersebut diantaranya pengetahuan yang diperoleh siswa dapat bertahan lama dan hasil belajar mempunyai efek transfer yang lebih baik. Alih belajar adalah pemanfaatan kecakapan individu untuk diterapkan dalam mempelajari kecakapan selanjutnya.

Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian disusun dalam dua siklus, meliputi (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, observasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran konsep luas segitiga dengan metode penemuan terbimbing membuat siswa aktif dan antusias saat melakukan penemuan. Selain itu, pemahaman siswa terhadap materi sangat baik dan alih belajar siswa juga meningkat ketika mengerjakan soal-soal tentang bangun layang-layang, trapesium, jajargenjang, dan belah ketupat. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil persentase ketercapaian peningkatan alih belajar siswa dari 76,44 % menjadi 75,96 %. Dengan rincian siswa yang berhasil mengerjakan soal tentang layang-layang sebanyak 22 siswa, soal tentang jajargenjang dan trapesium 17 siswa, dan soal tentang belah ketupat sebanyak 23 siswa.

Saran yang diberikan kepada guru, yang menerapkan metode penemuan terbimbing sebaiknya menyediakan lembar kerja siswa dan alat peraga yang dapat membimbing siswa saat melakukan penemuan. Bagi peneliti lain, penerapan metode penemuan terbimbing masih memerlukan perencanaan waktu yang cermat dan sebaiknya menggunakan kertak berpetak saat melakukan peragaan.