SKRIPSI Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Komik Wayang dalam Pembelajaran PKn Materi Peraturan Perundang-Undangan Kelas V SDN Kebonagung 06 Kabupaten Malang.

Dewi Kumala Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari, Dewi Kumala. 2012. Pengembangan Media Komik Wayang dalam Pembelajaran PKn Materi Peraturan Perundang-Undangan Kelas V SDN Kebonagung 06 Kabupaten Malang.Skripsi, Progran Studi S1 PGSD, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Muh. Arafik, S.Pd, M. Pd, (II) Drs. Sumanto, M. Pd.

 

Kata kunci: Media Komik Wayang, PKn, Peraturan Perundang-Undangan SD.

 

Pelaksanaaan pembelajaran PKn di SD mengharapkan siswa tidak hanya mampu menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu untuk menerapkan materi tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Materi peraturan perundang-undangan dalam pembelajaran PKn SD merupakan bahan ajar yang sangat penting untuk dipahami siswa. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PKn adalah dengan mengembangkan media yang menarik bagi siswa.

Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk komik wayang yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran PKn di SD. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan media komik wayang dalam pembelajaran. Penggunaan media komik diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang menarik bagi siswa, dapat memotivasi siswa untuk belajar, serta dapat mengurangi verbalisme siswa.

Prosedur yang ditempuh dalam kegiatan penelitian dan pengembangan ini yaitu sebagai berikut: (1) analisis kebutuhan, (2) tahap pengembangan produk, (3) tahap validasi, (5) uji coba skala terbatas, (6) revisi produk, dan (7) hasil akhir. Subyek uji coba meliputi ahli media, ahli materi dan siswa. Instrumen pengumpul data yang digunakan berupa angket. Teknik yang digunakan untuk mengolah data antara lain analisis deskriptif.

Hasil validasi dari ahli mediayang merupakan dosen pengembangan pendidikan kesenian, diperoleh tingkat kevalidan media komik wayang sebesar 81,8% dengan kategori valid, dari ahli materi yang merupakan guru kelas V diperoleh tingkat kevalidan media sebesar 95% dengan kategori sangat valid, dan dari siswa diperoleh tingkat kevalidan media sebesar 82,9% dengan kategori valid.

Berdasarkan hasil validasi tersebut diperoleh persentase rata-rata tingkat kevalidan media komik wayang sebesar 86,3%, sehingga dapat disimpulkan bahwa media komik wayang sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Adapun saran meliputi: (1) saran pemanfaatan: pemanfaatan media ini sebaiknya dikombinasikan dengan penggunaan model pembelajaran yang bervariasi serta sumber belajar lain yang relevan dalam pembelajaran, (2)diseminasi: diseminasi produk dalam skala yang lebih luas perlu memperhatikan karakteristik siswa dan sekolah, (3) pengembangan produk lebih lanjut: pengembangan produk dapat dikembangkan untuk materi lain dan media komik dapat dikembangkan dalam bentuk komik digital agar lebih efisien.