SKRIPSI Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Meningkatkan Hasil Belajar PKn Melalui Model Think Pair and Share (TPS)di kelas IV SDN Plosoarang 02 Kecamatan Sanankulon Blitar

Endang Sri Wulandari

Abstrak


ABSTRAK

 

Wulandari, Endang Sri. 2012. Meningkatkan Hasil Belajar PKn Melalui Model Think Pair and Share (TPS)di kelas IV SDN Plosoarang 02 Kecamatan Sanankulon Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs.Sunyoto,S.Pd.M.Si, (2) Drs. H. Hadi Mustofa, M.Pd

 

Kata Kunci : Hasil Belajar, PKn, Think Pair Share

 

Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peranan yang strategis dan penting, yaitu dalam membentuk sikap siswa maupun dalam berperilaku dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diharapkan setiap individu mampu menjadi pribadi yang baik. Dari hasil wawancara pada siswa diperoleh informasi bahwa selama ini pembelajaran PKn dianggap sebagai pelajaran yang sulit, kurang penting, dan membosankan. Apalagi terhadap materi yang baru diketahui oleh siswa, yaitu yang berkaitan dengan Pemerintahan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan yang dimiliki siswa.

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di kelas IV pada waktu pembelajaran PKn terdapat: (1) guru menggunakan metode ceramah yang dominan, sehingga siswa kurang aktif (2) siswa kurang berkonsentrasi dalam belajar, terbukti saat pembelajaran ada yang bermain sendiri, mengantuk, kepala diletakkan di atas meja pada saat guru menjelaskan materi, (3) guru tidak menggunakan media pembelajaran,padahal adanya media pembelajaran itu penting sebagai alat bantu mengajar, (4) suasana belajar kurang menyenangkan, terlihat siswa malas mengikuti pembelajaran, (5) selama pembelajaran siswa tidak belajar secara berkelompok, melainkan belajar secara individu, sehingga tidak ada diskusi (6) akhir pembelajaran tugas dinilai, hasil belajar yang diperoleh yaitu nilai ≤ 70 ada 8 siswa dan nilai  ≥ 70 ada 6 siswa. Pada pembelajaran PKn, KKM yang ditentukan yaitu 70. Ada 8 siswa dari jumlah keseluruhan 14siswa yang hasil belajarnya di bawah KKM, sehingga mereka belum tuntas. Untuk itu agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan tercapainya tujuan pembelajaran dalam mata pelajaran PKn perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan mengunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share yaitu siswa belajar secara berkelompok dengan anggota berpasangan.

Penelitian ini bertujuan untuk:(1) Mendeskripsikan tentang penerapan pembelajaran PKn melalui pembelajaran kooperatif tipe think pair share di kelas IV SDN Plosoarang 02 Kecamatan Sanankulon Blitar , (2) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn melalui model pembelajaran kooperatif tipe think pair share di kelas IV SDN Plosoarang 02 Kecamatan Sanankulon Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV. Dalam penelitian ini peneliti sebagai guru (pengajar) dan guru kelas (mitra peniliti) sebagai observer.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran think pair share  pada PKn di kelas IV sudah sangat baik. Hal ini didukung dengan meningkatnya hasil belajar siswa pada kegiatan think pair and share. Hasil belajar siswa meliputi aspek aktivitas belajar siswa dan nilai akhir siswa.Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran think pair and share dan nilai akhir yang berasal dari gabungan nilai individu dan kelompok. hasil belajar dimulai dari pra tindakan sampai dengan tindakan penelitian pada siklus I dan siklus II. Siswa yang tuntas pada tahap pra tindakan sebanyak 6 anak, dan yang belum tuntas sebanyak 8 anak. Pada siklus I, ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan setiap pertemuannya. Peningkatan ketuntasan siswa dari pratindakan ke siklus I sebanyak 4 anak, sedangkan  siswa yang belum tuntas berkurang menjadi 4 anak. Pada siklus II mengalami peningkatan dari siklus I sebanyak 3 anak. Dengan demikian 13 siswa tuntas belajar pada tahap siklus II dan 1 siswa belum tuntas belajar. Berdasarkan hasil kesimpulan, disarankan kepada guru hendaknya guru bisa menerapkan  model pembelajaran think pair share. Agar siswa lebih aktif dan mampu memahami materi mengenal lembaga-lembaga dalam pemerintahan desa dan kecamatan.