SKRIPSI Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN METODE BERCERITA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK DI KELOMPOK A TK ANAK SHOLEH DESA BAUJENG KECAMATAN BEJI KABUPATEN PASURUAN

Rizqiyatul Aminah

Abstrak


ABSTRAK

 

Aminah, Rizqiyatul. 2012. Penerapan Metode Bercerita untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Kelompok A TK Anak Sholeh Desa Baujeng Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Skripsi, SI Pendidikan Anak Usia Dini. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Musa Sukardi, M.Pd, (II) Wuri Astuti, S.Pd.

 

Kata Kunci :Kemampuan berbahasa, metode bercerita.

 

Kemampuan berbahasa anak melalui metode bercerita pengalaman pada kelompok A TK Anak Sholeh Desa Baujeng Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan masih sangat rendah dengan ditemukannya data pada pratindakan hanya satu dari 18 anak yang bisa bercerita, itupun nilai keberhasilannya masih dalam kategori C, hal ini disebabkan kurang pekanya guru untuk melibatkan dan memberikan kesempatan pada anak untuk mengungkapkan berbagai ide atau pengalaman yang dialami dan dirasakan oleh anak sehingga anak merasa malu dan tidak berani karena belum terbiasa untuk bercerita di depan temannya.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) bagaimana penerapan metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak pada kelompok A di TK Anak Sholeh Desa Baujeng Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan, 2) apakah penerapan metode bercerita dapat meningkatkan aktivitas kemampuan berbahasa anak pada kelompok A di TK Anak Sholeh Desa Baujeng Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan.

Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc Taggart yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah anak kelompok A di TK Anak Sholeh Desa Baujeng Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan sebanyak 18 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Dari analisis data pratindakan telah ditemukannilai rata-rata dari indicator bercerita pengalaman secara sederhana mencapai 58%, mengungkapkan pendapat secara sederhana mencapai 40%, menjawab pertanyaan tentang kejadian secara sederhana mencapai 40,2%, menjawab pertanyaan apa mengapa dan bagaimana mencapai 41,6%. Dari persenta sekeseluruhan dapat dianalisis bahwa  rata-rata kemampuan berbahasa anak mencapai 45%.

Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi peningkatan dari siklus I nilai rata-rata keseluruhan mencapai 66%, dan pada siklus II nilai rata-rata keseluruhan mencapai 85%. Peningkatan yang dicapai dari pratindakan ke siklus I dan ke siklus II telah mencapai 19%.

Pelaksanaan penggunaan metode bercerita dapat mengembangkan kemampuan berbahasa anak melalui langkah-langkah : 1) Memperhatikan tujuan dan tema yang dipilih, 2) Menyiapkan media, 3) Membuat RKH, 4)Anak melaksanakan kegiatan pembelajaran, 5), Peneliti menentukan penilaian 6) guru sebagai pembimbing dan fasilitator.

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode bercerita untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak telah berhasil dilaksanakan dengan perolehan data nilai rata-rata keseluruhan mencapai 85%. Harapkan peneliti :1) Bagi Lembaga PAUD Anak Sholeh

Lembaga pendidikan yang berwenang diharapkan dapat menerapkan pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita ini, karena dari hasil penelitian penerapan pembelajaran dengan metode bercerita terbukti dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak.2)Bagi Guru PAUD Anak Sholeh

Diharapkan bagi para guru untuk dapat menerapkan metode bercerita dalam pelaksanaan pembelajaran untuk memotivasi belajar anak dalam bercerita pengalaman dengan tujuan meningkatkan kemampuan berbahasa dengan mengemas pembelajaran yang menarik dan variatif. 3) Penelitian Lebih Lanjut Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penerapan metode bercerita untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak dengan menggunakan cara penelitian yang berbeda agar diperoleh model pembelajaran yang variatif.