SKRIPSI Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DAN UPAYA GURU UNTUK MENGATASI KESULITAN SISWA DALAM BELAJAR MENULIS KARANGAN NARASI KELAS V DI SDN GUGUS V KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG

Aprilia Novita Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari, Aprilia Novita. 2012. Faktor-Faktor Penyebab dan Upaya Guru untuk Mengatasi Kesulitan Siswa dalam Belajar Menulis Karangan Narasi Kelas V di SDN Gugus V Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Skripsi Jurusan KSDP Program Studi S1-PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muhana Gipayana, M.Pd, (II) Dra. Ratna T. Agustina, S.Pd, M. Pd

 

Kata Kunci: Kesulitan menulis, karangan narasi, pembelajaran bahasa Indonesia.

 

Pembelajaran bahasa Indonesia terintegrasi dalam empat keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Salah satu keterampilan berbahasa yang cukup kompleks adalah menulis. Keterampilan menulis dikatakan kompleks karena penggunaan aspek kebahasaan seperti bentukan kata, diksi, dan struktur kalimat perlu disusun secara efektif. Penerapan ejaan dan tanda baca perlu dilakukan secara tepat dan fungsional. Keterampilan menulis diajarkan dengan tujuan agar siswa mempunyai kemampuan dalam menuangkan ide, gagasan, pikiran, pengalaman, dan pendapat dengan benar.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab kesulitan siswa dalam pembelajaran menulis karangan narasi dan mendeskripsikan cara guru untuk mengatasi kesulitan siswa dalam pembelajaran menulis karangan narasi di kelas V SDN Gugus V Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian adalah kelas V di SDN Gugus V Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Subyek penelitian adalah 5 Sekolah Dasar (SD) yang terdiri dari 145 siswa dan 5 orang guru kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen angket. Analisa data menggunakan analisa deskriptif dengan pendekatan prosentase (%).

Hasil penelitian ini diketahui (1) terdapat 93 siswa (64,13%) yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran menulis karangan narasi. Kesulitan tersebut meliputi: a) ketidakmampuan menceritakan pengalaman kepada teman-temannya, b) ketidakmampuan menemukan tema untuk karangannya, c) tidak mampu menentukan judul karangan, d) tidak mampu membuat kerangka karangan, e) tidak mampu mengurutkan waktu terjadinya peristiwa (kronologis), f) ketidakmampuan menjabarkan ide ke dalam bentuk kalimat dan paragraf, g) ketidakmampuan merangkai paragraf-paragraf menjadi satu kesatuan yang utuh, h) ketidakmampuan menata ide pokok dan ide penjelas, i) ketidakmampuan dalam memilih kata, j) ketidakmampuan dalam menggunakan huruf besar, k) ketidakmampuan dalam menggunakan tanda baca, l) ketidakmampuan dalam membuat kalimat, m) tidak berani dalam membacakan hasil karyanya di depan kelas, n) tidak percaya diri saat pemajangan hasil karya tulisan, o) keterbatasan waktu yang disediakan oleh guru, p) tidak ada penjelasan dari guru sebelum memberikan tugas menulis, dan q) tidak ada partisipasi orang tua; (2) mengenai cara guru mengatasi kesulitan siswa dalam pembelajaran menulis karangan narasi, meliputi a) memberi kesempatan kepada siswa untuk menceritakan pengalamannya dengan singkat, b) memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendaftar topik yang diinginkan, c) membantu siswa memilih salah satu topik yang akan dikembangkan menjadi karangan, d) memberikan contoh topik karangan dan mengajak siswa melengkapi topik tersebut dengan gagasan-gagasan yang relevan, e) membantu siswa membuat kerangka karangan, f) mampu berperan sebagai model agar siswa mendapat gambaran bagaimana proses menulis, g) mengajak siswa berdiskusi mengenai ejaan, kalimat dan paragraf, h) membuka bimbingan untuk siswa yang memerlukan bantuan saat mengembangkan kerangka karangan, i) berusaha tidak menginterupsi siswa tentang ejaan dan aturan-aturan penulisan agar siswa tidak ketakutan dan terhambat, j) mengajak siswa mengekspresikan gagasannya yang lebih baik, dan k) mengajak siswa mendiskusikan karangan yang pantas untuk dipajang.

Saran dari penulis berkenaan dengan faktor-faktor kesulitan siswa dalam pembelajaran menulis karangan narasi: (a) siswa harus lebih mendalami pengetahuannya tentang tata bahasa baku agar tidak mendapat kesulitan saat menulis karangan, (b) siswa juga perlu meningkatkan minatnya dalam membaca sehingga siswa dapat menambah perbendaharaan kata yang dimilikinya, dan (c) saat membaca siswa juga hendaknya memperhatikan tanda baca yang digunakan dalam bacaan tersebut agar saat menulis siswa mendapat kemudahan dalam menggunakan tanda baca yang tepat dalam tulisannya. Sedangkan untuk guru: (a) hendaknya tidak pernah bosan melatih siswanya untuk belajar menulis dan (b) terus memotivasi siswa untuk meningkatkan minatnya dalam kemampuan menulis. Hal itu dikarenakan fungsi pembelajaran keterampilan menulis berfungsi untuk mengembangkan kecerdasan, mengembangkan daya imajinatif, inisiatif dan kreativitas serta menumbuhkan keberanian. Sehingga kemampuan guru dalam mengatasi siswa yang mengalami kesulitan menulis perlu ditingkatkan terus menerus.