SKRIPSI Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN CONCRETE-SEMICONCRETE-PICTORIAL-ABSTRACT (CSPA) TERHADAP HASIL BELAJAR PERKALIAN BILANGAN CACAH SISWA KELAS III SDN DADAPAN 02 KECAMATAN WAJAK KABUPATEN MALANG

Ivang Galuh Purwitasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Purwitasari, Ivang Galuh. 2011. Pengaruh Penerapan Pendekatan Concrete-Semiconcrete-Pictorial-Abstract (CSPA) Terhadap Hasil Belajar Perkalian Bilangan Cacah Siswa Kelas III SDN Dadapan 02 Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah S 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Drs. Goenawan Roebyanto, M.Pd, Pembimbing (II) Dra. Harti Kartini, M.Pd.

 

Kata kunci: Pendekatan CSPA, Hasil belajar, Perkalian Bilangan Cacah.

 

Pemilihan pendekatan dalam pembelajaran akan menentukan proses pembelajaran di dalam kelas. Pendekatan pembelajaran digunakan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa, karena setiap pendekatan pembelajaran mempunyai tujuan yang berbeda. Untuk memilih pendekatan pembelajaran yang tepat, diperlukan relevansi dengan tujuan pembelajaran. Pemilihan pendekatan pembelajaran yang tepat akan memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Pendekatan pembelajaran yang dinilai tepat dan sesuai dengan karakteristik siswa adalah pendekatan CSPA. Penelitian ini menerapkan pendekatan CSPA dan bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kemampuan awal siswa kelas III SDN Dadapan 02 Kecamatan Wajak Kabupaten Malang pada materi perkalian bilangan cacah; (2) mendeskripsikan pengaruh penerapan pendekatan CSPA terhadap hasil belajar perkalian bilangan cacah siswa kelas IIIA SDN Dadapan 02 Kabupaten Malang.

Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu. Terdapat dua kelas yang dibandingkan dalam penelitian ini yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Langkah-langkah penelitian ini meliputi: (1) pemberian pre test pada kelas eksprimen dan kelas kontrol; (2) pemberian perlakuan pada kelas eksperimen; (3) pemberian post test pada kedua kelas tersebut. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas eksperimen (kelas IIIA) yang banyaknya 19 anak dan siswa kelas kontrol (kelas IIIB) yang banyaknya 16 anak. Instrumen yang digunakan adalah tes. Analisis data yang digunakan meliputi uji persyaratan analisis (uji homogenitas dan uji normalitas) dan uji hipotesis.

Data tes yang diperoleh pada uji coba tes divalidasi dan dilihat reliabilitasnya dengan bantuan program SPSS versi 16.00 for windows. Dari hasil validasi dan reliabilitas tersebut, 10 tes yang valid dan reliabel digunakan sebagai instrumen pre test dan post test. Kemudian hasilnya dianalisis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pre test kelas eksperimen sebesar 59,631, sedangkan kelas kontrol sebesar 59,625. Pada kelas eksperimen ada 1 siswa yang nilainya diatas KKM yaitu 70, sedangkan 18 siswa lainnya nilainya di bawah KKM. Pada kelas kontrol ada 2 siswa yang nilainya di atas KKM yaitu 73 dan 75, sedangkan 14 siswa lainnya di bawah KKM. Pada pemberian post test diperoleh data rata-rata post test untuk kelas eksperimen sebesar 93,47, sedangkan kelas kontrol 79,56. Pada kelas eksperimen seluruh siswa yang berjumlah 19 memperoleh nilai di atas KKM, sedangkan kelas kontrol ada 2 siswa yang nilainya masih di bawah KKM yaitu 62 dan 63.

Berdasarkan hasil uji homogenitas varians pre test diperoleh data kelas kontrol dan kelas eksperimen mempunyai varians kemampuan awal yang homogen karena nilai probalilitas (0,095) > 0,05. dan fhitung (2,196) < ftabel (4,14). Hasil uji normalitas distribusi pre test menunjukkan bahwa siswa kelas eksperimen berdistribusi normal karena nilai probalilitas (0,990) > 0,05 dan  χ2 hitung  lebih kecil dari  χ2 tabel yaitu 3,540 < 21,026 dan siswa kelas kontrol berdistribusi normal karena nilai probalilitas (1,000) > 0,05 dan  χ2hitung  lebih kecil dari  χ2 tabel yaitu 0,862 < 23,685. Hasil Uji kesamaan rata-rata dua variabel data pre test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pre test antara kelas kontrol dan kelas eksperimen karena nilai Sig. (0,998) > 0,05 dan thitung (0,002) < ttabel (2,034).

Hasil uji homogenitas varians post test menunjukkan siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen mempunyai varians hasil post test yang homogen karena nilai probalilitas (0,389) > 0,05. dan fhitung (1,756) < ftabel (4,14). Hasil uji normalitas distribusi post test menunjukkan kelas kontrol berdistribusi normal karena nilai probalilitas (0,550) > 0,05 dan  χ2hitung  lebih kecil dari  χ2 tabel yaitu 1,58 < 22,362 dan post test kelas eksperimen berdistribusi normal karena nilai probalilitas (1,000) > 0,05 dan  χ2 hitung  lebih kecil dari  χ2 tabel yaitu 7,845 < 16,919. Hasil uji hipotesis menunjukkan ada pengaruh yang signifikan pada penerapan pendekatan CSPA karena thitung lebih besar dari ttabel yaitu 5,54 > 2,034  dan nilai Sig. (0,000) < 0,05.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan CSPA memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa kelas IIIA di SDN Dadapan 02 Kecamatan Wajak Kabupaten malang.

Saran  yang  diberikan  peneliti  adalah: (1) guru hendaknya lebih memperhatikan karakteristik siswa dan dapat menyajikan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa; (2) sekolah hendaknya memberikan fasilitas kepada siswa dalam belajarnya melalui pemberian alat peraga atau media pembelajaran.