SKRIPSI Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VAK (VISUAL, AUDITORY, KINESTETIK) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III SDN TANJUNGREJO 2 MALANG

Reni Dwi Lestari

Abstrak


ABSTRAK

 

Lestari, Reni Dwi. 2011. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran VAK (Visual, Auditory, Kinestetik) terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SDN Tanjungrejo 2 Malang. Skripsi, Prodi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sutarno, M.Pd (II) Dra. Hj. Sukamti, M.Pd.

 

Kata kunci: Model Pembelajaran VAK, Hasil Belajar IPA.

 

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru IPA kelas IIIA dan IIIB SDN Tanjungrejo 2 Malang pada tanggal 15 Agustus 2011, di sekolah dasar tersebut belum pernah menggunakan model pembelajaran VAK. Berdasarkan dokumen hasil belajar siswa diperoleh rata-rata nilai untuk kelas IIIA yaitu 60 dan rata-rata nilai kelas IIIB yaitu 54. Rata-rata nilai kedua kelas ini masih rendah karena guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional, yaitu pembelajaran yang menggunakan metode ceramah dan penugasan. Pembelajaran IPA tidak hanya pembelajaran yang menghafal konsep IPA tetapi juga yang melibatkan aktivitas siswa dalam menemukan dan memahami suatu konsep melalui kegiatan fisik seperti demonstrasi, percobaan, observasi, dan diskusi aktif. Model pembelajaran VAK terdapat 3 tahapan yaitu tahap visual, auditory, dan kinestetik. Dengan menerapkan model pembelajaran VAK maka akan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dan akan berpengaruh pada hasil belajar siswa yang semakin meningkat.

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah (1) Bagaimanakah hasil belajar IPA siswa kelas IIIA pada materi benda dan sifatnya dengan menggunakan model pembelajaran VAK di SDN Tanjungrejo 2 Malang? (2) Bagaimanakah hasil belajar IPA siswa kelas IIIB pada materi benda dan sifatnya dengan menggunakan model pembelajaran konvensional di SDN Tanjungrejo 2 Malang? (3) Adakah perbedaan hasil belajar IPA pada materi benda dan sifatnya antara kelas kontrol dan kelas eksperimen dalam penerapan model VAK di SDN Tanjungrejo 2 Malang?

Rancangan penelitian ini adalah quasi experimental. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pre-test and post-test group. Subjek penelitian ini adalah kelas III SDN Tanjungrejo 2 Malang, yang terbagi menjadi 2 kelas yaitu kelas IIIA dan IIIB. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar yang terdiri dari kemampuan awal (pre test) dan kemapuan akhir (post test). Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dapat diketahui dari selisih antara pre test dan post test (gain score) kelompok eksperimen dan kontrol.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa kelas IIIA sebgai kelompok eksperimen dan siswa kelas IIIB sebagai kelompok kontrol. Rata-rata nilai kemampuan akhir (post test) siswa kelompok eksperimen 85,21 lebih tinggi dari pada rata-rata nilai kemampuan akhir (post test) siswa kelompok kontrol 76,63. Rata-rata peningkatan nilai hasil belajar (gain score) siswa kelompok eksperimen 28,13 lebih tinggi dari pada rata-rata nilai hasil belajar (gain score) siswa kelompok kontrol 18,80. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan dan pengaruh penerapan model pembalajaran VAK terhadap hasil belajar IPA siswa kelas III materi benda dan sifatnya SDN Tanjungrejo 2 Malang. Berdasarkan penelitian ini disarankan dalam proses pembelajaran perlu disampaikan kepada siswa tujuan dan langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran VAK dan untuk peneliti lanjutan diharapkan dapat menjadi masukan dan mengontrol variabel lain yang mempengaruhi hasil belajar.