SKRIPSI Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN DESIMAL MELALUI PENGGUNAAN BLOK DESIMAL SISWA KELAS V SDN WINONGAN LOR II

Sri Muji Mistutik

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Mistutik, S. M, 2009. Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Pecahan Desimal Melalui Penggunaan Blok Desimal Siswa Kelas V SDN Winongan Lor II. Skripsi, Jurusan KSDP Program Studi S1 PGSD FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Moh. Sochib, M.Pd, (II) Dra. Sri Harmini, S. Pd, M. Pd.

 

Kata Kunci :  Pemahaman Konsep, Pecahan Desimal, Penggunaan Blok Desimal, SD

 

Berdasarkan observasi awal ditemukan permasalahan bahwa dari 28 siswa kelas V SDN Winongan Lor II, ada 25 siswa yang belum menguasai teknik menyimpan dan meminjam pada penjumlahan dan pengurangan pecahan desimal. Di samping itu berdasarkan pre tes yang telah dilakukan peneliti tentang mengubah pecahan biasa menjadi pecahan desimal ditemukan bahwa dari 28 siswa hanya 3 siswa yang mampu mengerjakan 2 soal dengan benar, 10 siswa mampu mengerjakan 1 soal dengan benar dan 15 siswa lainnya salah dalam mengerjakan soal tersebut. Untuk mengatasi hal itu, maka diadakan penelitian dengan tujuan mendiskripsikan peningkatan kemampuan pemahaman konsep pecahan desimal siswa kelas V dengan menggunakan blok desimal.

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan rincian pelaksanaan : pre tes 1 kali pertemuan, siklus I dua kali pertemuan, siklus II satu kali pertemuan. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dibagi dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) obsevasi, dan (4) refleksi. Subyek penelitian adalah 28 siswa kelas V SDN Winongan Lor II semester II tahun pelajaran 2008/2009. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 25 Mei 2009 sampai dengan 16 Juli 2009.

Instrumen penelitian ini meliputi : pedoman observasi untuk guru dan siswa, lembar evaluasi (tes), dan pedoman wawancara. Pedoman observasi guru dan siswa berguna untuk memberikan informasi tentang perilaku siswa dan memberikan masukan bagi guru  tentang cara mengajar. Lembar evaluasi (tes) diberikan untuk mengetahui sejauh mana dalam pembelajaran yang diberikan dapat diserap siswa. Pedoman wawancara untuk mengetahui pemahaman dan perasaan siswa terhadap pembelajaran. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalisa secara kuantitatif dan kualitatif, dan indikator keberhasilan dalam PTK ini adalah bila ketuntasan perorangan sebesar 65% dan ketuntasan klasikal sebesar 75% berdasarkan petunjuk belajar mengajar dalam KTSP.

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini terjadi peningkatan hasil belajar yaitu pada siklus I nilai rata-rata kelas sebesar 60 meningkat 90,7 pada siklus II.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan dalam PBM guru menggunakan alat peraga/media yang menarik dan bervariasi misalnya penggunaan blok desimal supaya pembelajaran berlangsung menyenangkan dan guru harus kreatif menemukan cara-cara yang mudah dan cepat dipahami siswa dalam pembelajaran matematika.