SKRIPSI Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Talking Stick untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SDN Jatimulyo 1 Kota Malang

Putri Dwi Cahyaningsih

Abstrak


ABSTRAK

 

Cahyaningsih, Putri Dwi. 2011. Penerapan Model Talking Stick untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SDN Jatimulyo 1 Kota Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Rumidjan M. Pd, (II) Dra. Ratna Trieka Agustina, S.Pd, M. Pd.

 

Kata Kunci: Talking Stick, Keterampilan Berbicara SD

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SDN Jatimulyo 1 Kota Malang pada saat itu masalah yang terlihat adalah siswa kesulitan untuk mengungkapkan permasalahan, memberikan komentar dan mengungkapkan kembali permasalahan yang ada dalam sebuah bacaan. Maka peneliti akan berupaya untuk meningkatkan keterampilan dan memperbaiki cara belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia terutama keterampilan berbicara mengungkapkan permasalahan yang ada dalam bacaan dan menceritakan kembali permasalahan yang terjadi dengan menerapkan model Talking Stick yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Penelitian dilakukan di SDN Jatimulyo 1 Kota Malang, pada tanggal 3 Februari 2011 sampai dengan 5 April 2011. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Masingmasing siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I membahas topik persitiwa faktual yang pernah dialami dan yang telah dibaca di koran, sedangkan siklus II membahas topik gambar persitiwa faktual. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Jatimulyo 1 Kota Malang. Analisis data dilaksanakan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan mengkaji semua data yang diperoleh.

Setelah pembelajaran dengan menerapkan model Talking stick , diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan proses dan keterampilan berbicara siswa. Setelah menerapkan model Talking Stick peningkatan aktivitas siswa pada siklus 1 ada 1 siswa yang masuk kategori kurang dan nilai rata-rata aktivitas siswa yaitu 71,52 , pada siklus 2 semua siswa masuk kategori baik dan rata-rata aktivitas siswa meningkat menjadi 82,8. Siswa tampak senang dengan penerapan model ini. Hal ini terlihat dari antusiasme siswa ketika proses pembelajaran berlangsung.

Penerapan model Talking Stick nyatanya dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Hal ini tampak dari siklus 1 yang memperoleh ratarata nilai 60 dan aspek yang perlu diperbaiki meliputi, kejelasan suara, penguasaan topik, dan pilihan kata. Sedangkan pada siklus 2 terjadi peningkatan menjadi 78, keempat aspek yang menjadi kriteria penilaian siswa sudah dikuasai siswa.

Saran yang dapat diberikan oleh peneliti dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SD adalah untuk guru agar melibatkan siswa untuk menentukan topik dan media yang disenangi siswa, saran bagi kepala sekolah agar ikut serta menyediakan media dan memberikan dukungan penuh kepada guru dalam menerapkan model pembelajaran yang bervariasi, serta untuk peneliti lain agar melakukan penelitian dengan model Talking Stick dengan topik dan materi pokok pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang lain.