SKRIPSI Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PEMBAGIAN PADA SISWA KELAS III MI. MIFTAHUL HUDA GERONGAN KRATON PASURUAN

robiatul adawiyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Robiatul A. 2011. Penerapan Model Make A Match Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Melakukan Pembagian Pada Siswa Kelas III MI. Miftahul Huda Gerongan Kraton Pasuruan. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Harmini, S.PD., M.Pd, (II) Drs. Bambang Soerjono, M. Ed

 

Kata Kunci: Model Make A Match, Kemampuan dan Pembelajaran Matematika

Pembelajaran matematika hendaknya diberikan sejak dini kepada siswa dengan model pembelajaran yang membuat siswa aktif dan senang dalam mempelajari matematika. Namun pembelajaran matematika selama ini masih berpusat pada guru, sehingga siswa cenderung pasif dalam pembelajaran matematika. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa siswa kelas III masih kurang mampu dan terampil dalam melakukan pembagian. Hasil pada pra tindakan diperoleh data bahwa nilai rata-rata siswa dalam melakukan pembagian mencapai 33,12. Hal ini disebabkan karena beberapa kesalahan diantaranya pemberian perintah soal, cara mengajarkan pembagian pada siswa, serta susunan soal yang salah. Dari hasil ini diperoleh data bahwa siswa kelas III MI. Miftahul Huda Gerongan Kraton Pasuruan masih belum mampu dan terampil dalam melakukan pembagian.

Model pembelajaran Make A Match merupakan model pembelajaran dimana siswa dituntut untuk bekerjasama dengan siswa lain dalam menemukan kartu jawaban maupun kartu soal yang dipegang pasangannya dengan batas waktu tertentu

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah 18 siswa kelas III MI. Miftahul Huda Gerongan Kraton Pasuruan tahun pelajaran 2010/2011. Pengumpulan data diperoleh dengan pemberian tes tertulis pada setiap akhir pembelajaran. Data deskriptif meliputi kegiatan penyajian data dan penghitungan rata-rata skor. Secara umum  proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari observasi awal, perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi pada siklus I. Kemudian ditarik kesimpulan untuk selanjutnya dilakukan tindakan pada siklus berikutnya.

Hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut: 1) hasil aktivitas guru dari siklus I, siklus II, siklus III sudah terlaksana dengan sempurna. Hal ini ditunjukkan dengan hasil  skor rata-rata guru dalam pelaksanaan pembelajaran yang mengalami peningkatan. 2) aktivitas siswa yang mengalami peningkatan dari siklus I, siklus II dan siklus III selama melaksanakan model Make A Match. Dan ini dapat dilihat pada prosentase aktivitas siswa yang semakin meningkat. 3) Hasil kemampuan siswa pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh 54,12,  siklus II  rata-rata mencapai 60,29%  dan pada siklus III nilai rata-rata mencapai 75. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil kemampuan siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model  Make A Match.

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disarankan kepada (1) guru untuk selalu menerapkan model-model pembelajaran yang bervariasi (2) kepala sekolah hendaknya membantu menyediakan sarana pembelajaran yang tidak memungkinkan siswa untuk membawanya.