SKRIPSI Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Model CLIS (Children Learning in Science) untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas V SDN Dukuh II Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri

Mifta A.Yunita E. Adi

Abstrak


ABSTRAK

 

Adi, Mifta A.Yunita Ertika. 2011. Implementasi Model CLIS (Children Learning in Science) untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Siswa Kelas V SDN Dukuh II  Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Heru Agus Triwidjaja, M.Pd, (II) Drs. Sutarno, M.Pd.

 

Kata Kunci: CLIS (Children Learning in Science), pembelajaran, IPA

Berdasarkan observasi awal, bahwa guru saat pembelajaran IPA materi pokok “Gaya” pada siswa kelas V SDN Dukuh II  menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan penugasan serta guru tanpa melakukan percobaan, sehingga pembelajaran terkesan kurang menarik. Aktivitas siswa saat pembelajaran IPA sangat rendah (low order thinking skill) karena siswa kurang berpartisipasi dan pembelajaran berpusat pada guru, hal ini nampak ketika dalam suasana pembelajaran sebagian siswa tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru. Hasil evaluasi pra tindakan menunjukkan 17 siswa (47%) dari 36 siswa yang mencapai KKM yang ditentukan 70,00.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan model CLIS, aktivitas siswa ketika diterapkan model CLIS, dan hasil belajar siswa setelah diterapkan model CLIS. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan dengan dua siklus masing-masing dua kali pertemuan.

Pengumpulan data penerapan model dan aktivitas siswa dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Pengumpulan data hasil bel-ajar siswa dilakukan dengan memberikan tes tertulis. Instrumen yang digunkan adalah lembar observasi penyususnan RPP dan penerapan model CLIS, lembar observasi aktivitas siswa, teknik dokumentasi dengan instrumen kamera, lembar catatan lapangan dan instrumen soal tes tertulis. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.

Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh tiga simpulan sebagai berikut. Pertama, penerapan model CLIS dapat meningkatkan pembelajaran IPA materi “Gaya” siswa kelas V SDN Dukuh II. Penerapan model berturut-turut dari siklus I pertemuan 1 sampai siklus II pertemuan 2 memperoleh nilai 87, 93, 91, dan 94. Kedua, penerapan model CLIS dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas V dalam belajar IPA materi “Gaya”. Siswa yang mendapat kriteria aktif berturut-turut dari siklus I pertemuan 1 dan 2 sampai siklus II pertemuan 1 dan 2 sebanyak 14 siswa atau 36%, 12 siswa atau 33%, 21 siswa atau 58%, dan 28 siswa atau 78%. Ketiga, penerapan model CLIS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V dalam belajar IPA materi “Gaya”. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan hasil evaluasi siswa yang meningkat yaitu dari nilai rata-rata pra tindakan 68,3 sedangkan nilai rata-rata pada siklus I 75,4 dan 80,8 pada siklus II.

Berdasarkan paparan data dan pembahasan terhadap temuan-temuan yang diperoleh dalam penelitian ini, maka dapat disimpulan sebagai berikut. Pertama, penerapan model CLIS pada mata pelajaran IPA siswa kelas V SDN Dukuh II Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri dapat meningkatkan pembelajaran IPA materi “Gaya” selama proses pembelajaran. Kedua, aktivitas siswa selama pembelajaran dengan menerapkan model CLIS, terlibat secara penuh karena pembel-ajaran berpusat pada siswa, siswa aktif secara mental dan membangun pengetahuan, melakukan aktivitas hands on dan minds on. Ketiga, hasil belajar siswa kelas V SDN Dukuh II mengalami peningkatan setelah diterapkan model CLIS karena dengan model CLIS, siswa terlibat langsung dalam pembelajaran.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada guru sebagai berikut. Guru diharapkan untuk menerapkan model pembelajaran yang dapat meningkat-kan pembelajaran IPA, baik proses, aktivitas dan hasil belajar siswa. Keterbatasan sarana dan prasaran di sekolah hendaknya tidak dijadikan alasan untuk tidak men-coba menerapkan model pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung selama pembelajaran. Pelaksankan pembelajaran hendaknya guru membiasakan diri dengan menggunakan beberapa metode mengajar yang diorganisasikan dalam sebuah model yang inovatif, dimana siswa melakukan aktivitas hands on dan minds on. Jika menerapkan pembelajaran dengan menggunakan model CLIS, maka guru harus benar-benar menguasai tahapan CLIS dan untuk menyiasati dalammengorganisasikan waktu, guru dapat membuat atau mendesain Lembar Kegiatan Siswa dengan sistematis dan menggunakan bahasa yang komunikatif.

Bagi kepala sekolah, disarankan untuk memberikan arahan dan motivasi kepada guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan model pembelajaran inovatif, misalnya model CLIS. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengadakan penelitian lebih lanjut tentang penerapan model CLIS dengan konsep yang lain dan dapat terlaksana lebih sempurna lagi.