SKRIPSI Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara pada Siswa Kelas III SDN PisangCandi 2 Malang

Nur Zubaidah

Abstrak


ABSTRAK

 

Zubaidah, Nur. 2011. Penerapan Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara pada Siswa Kelas III SDN Pisang Candi 2 Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar Dan PraSekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Rumidjan, M.Pd, (II) Pembimbing Dr. I Made Suardana, S.Pd, M.Pd.

 

Kata Kunci: pendekatan komunikatif, pembelajaran bahasa Indonesia, keterampilan berbicara, SD.

Pendekatan komunikatif adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam berkomunikasi, menekankan pembinaan dan pengembangan kemampuan komunikatif siswa. Penerapan pendekatan komunikatif sepenuhnya dilakukan oleh siswa (student centre) sedangkan guru hanya sebagai fasilitator. Dengan demikian siswa akan mampu bercerita, menanggapi masalah, dan mengungkapkan pendapatnya secara lisan dengan bahasa yang runtut dan mudah dipahami. Didalam penelitian ini penulis menemukan berbagai masalah dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam keterampilan berbicara yaitu, didalam pembelajaran bahasa Indonesia kurang dapat melatih siswa dalam aspek keterampilan berbicara. Siswa belum melakukan kegiatan pembelajaran dengan berbagai metode hanya kegiatan ceramah dan penugasan dalam menceritakan pengalamannya, siswa masih tampak malu, kurang lancar dalam bercerita, dan struktur kalimatnya belum runtut. Ada pula diantara siswa yang tidak mau berbicara di depan kelas. Selain itu, pada saat guru bertanya kepada seluruh siswa, umumnya siswa lama sekali untuk menjawab pertanyaan guru. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut (1) Mendiskripsikan penerapan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran berbicara pada siswa kelas III SDN Pisang Candi 2 Malang, (2) Mendiskripsikan peningkatan keterampilan berbicara pada siswa kelas III SDN Pisang Candi 2 Malang.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penilitian Tindakan Kelas (PTK), Subyek penelitian adalah siswa kelas III SDN Pisang Candi 2 Malang Jalan. Pisang Agung III / 8  Malang. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, Instrumen yang digunakan adalah RPP, lembar observasi guru, lembar observasi siswa dengan menilai keberanian, keaktifan, kelancaran, intonasi, keruntutan dalam melakukan percakapan, dan diksi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, pemaparan data, dan kesimpulan.

Dalam penelitian ini dapat ditemukan bahwa penerapan pendekatan komunikatif dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas III SDN Pisang Candi 2 Malang. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata rata pada indikator keberanian siswa 3,17% siklus I manjadi 3,93 % pada siklus II, nilai rata-rata pada indikator keaktifan 2,82% siklus I menjadi 3,27 % pada siklus II, nilai rata-rata pada indikator kelancaran 2,75% siklus I menjadi 3,27% pada siklus II, nilai rata-rata pada indikator intonasi 3,37% siklus I meningkat menjadi 3,69% pada siklus II, nilai rata-rata pada indikator keruntutan 3,62% siklus I meningkat menjadi 3,68%, dan nilai rata-rata pada indicator pemilihan kata 3,17% siklus I menjadi 3,41% pada siklus II. Penerapan pendekatan komunikatif untuk maningkatkan keterampilan berbicara siswa SDN Pisang Candi 2 Malang dapat tercapai.

Guru mengoptimalkan pembelajaran keterampilan berbicara pada kegiatan pembelajaran agar siswa mendapatkan hasil yang lebih bagus lagi. Penerapan pendekatan komunikatif meningkatkan keterampilan berbicara siswa, menumbuhkan sikap berani dan aktif dalam melakukan percakapan melaui telepon. Dari uraian diatas dapat dismpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dalam penerapan pendekatan komunikatif dalam pengajaran keterampilan berbicara dari segi keberanian, keaktifan, kelancaran, intonasi, keruntutan dalam melakukan percakapan, dan diksi. Sebagai saran kepada guru dan sekolah, sebaiknya lebih meningkatkan pembelajaran keterampilan berbicara khususnya dalam percakapan melalui telepon.