SKRIPSI Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENCARI IDE POKOK PARAGRAF MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SDN PURWODADI 1 MALANG

WISDA MIFTAKHUL ULUM

Abstrak


ABSTRAK

 

Ulum, Wisda Miftakhul. 2011. Peningkatkan Kemampuan Mencari Ide Pokok Paragraf Melalui Pendekatan Konstruktivistik dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SDN Purwodadi 1Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs.Rumidjan, M.Pd (2) Drs. H.M. Thoha AR, M.Pd.

 

Kata kunci : Pembelajaran Bahasa Indonesia, ide pokok paragraf, pendekatan konstruktivistik, SDN Purwodadi 1 Malang.

 

Mencari ide pokok/kalimat utama paragraf merupakan salah satu kompetensi yang selalu ada dalam soal UASBN Bahasa Indonesia. Untuk memberikan pembelajaran mencari ide pokok paragraf lebih bermakna salah satu pilihan menggunakan pendekatan konstuktivistik. Tujuan Penelitian ini adalah 1) Mendiskripsikan implementasi pendekatan konstruktivistik pada pembelajaran mencari ide pokok paragraf. 2) Mendiskripsikan peningkatan kemampuan siswa mencari ide pokok paragraf melalui pendekatan konstruktivistik.

Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari empat tahap, yaitu: 1) rencana, 2) tindakan, 3) observasi, 4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Purwodadi 1 Malang.

Hasil penelitian pra tindakan 28 siswa (100%) belum tuntas. Siswa yang mendapat nilai 44 sebanyak 6 anak (21,4%). Siswa yang mendapat 37 sebanyak 8 anak (28,5%). Siswa yang mendapat 30 sebanyak 14 anak (50,1%).

Pada siklus I dari 28 siswa, 20 anak (71,4%) dinyatakan tuntas, yang masih belum tuntas 8 anak (28,6%). Siswa yang mendapat 31 sebanyak 1 anak, 39 sebanyak 1 anak, 53 sebanyak 1 anak, 55 sebnyak 2 anak, 57 sebanyak 1 anak, 58 sebanyak 1 anak, 60 sebanyak 2 anak, 62 sebanyak 3 anak, 67 sebanyak 2 anak, 69 sebanyak 4 anak, 71 sebanyak 1 anak, 72 sebanyak 2 anak, 74 sebanyak 1 anak, 75 sebanyak 1 anak, 78 sebanyak 2 anak, 79 sebanyak 1 anak, 95 sebanyak 1 anak, tidak hadir 1.

Pada siklus II dari 28 anak, sebanyak 22 anak (78,6%) dinyatakan tuntas, yang masih belum tuntas 6 anak (21,6%. Siswa yang mendapat 90 sebanyak 4 anak, 80 sebanyak 9 anak, 70 sebanyak 6 anak, 60 sebanyak 3 anak, 50 sebanyak 3 anak, 30 sebanyak 2 anak, tidak hadir 1.

Penilaian proses belajar siswa siklus I pertemuan 1 sebanyak 17 anak (60,7%) dinyatakn tuntas. Siswa yang mendapat nilai 100 sebanyak 1 anak, 95 sebanyak 1 anak, 90 sebanyak 3 anak, 85 sebanyak 3 anak, 80 sebanyak 2 anak, 75 sebanyak 3 anak, 70 sebanyak 2 anak, 60 sebanyak 2 anak, 55 sebanyak 1 anak, 50 sebanyak 5 anak, 45 sebanyak 1 anak, 40 sebanyak 3 anak, 35 sebanyak 1 anak.

Pertemuan 2 sebanyak 19 anak (67,9%) dinyatakan tuntas. Siswa yang mendapat nilai 90 sebanyak 3 anak, 85 sebanyak 1 anak, 80 sebanyak 2 anak, 75 sebanyak 2 anak, 70 sebanyak 4 anak, 65 sebanyak 5 anak, 60 sebanyak 2 anak, 55 sebanyak 1 anak, 50 sebanyak 4 anak, 45 sebanyak 1 anak, 40 sebanyak 2 anak, tidak hadir 1.

Pertemuan di siklus II ditemukan 24 anak (85,7%) dinyatak tuntas. Siswa yang mendapat nilai 95 sebanyak 2 anak, 90 sebanyak 3 anak, 85 sebanyak 3 anak, 80 sebanyak 1 anak, 75 sebanyak 2 anak, 70 sebanyak 1 anak, 65 sebanyak 5 anak, 60 sebanyak 7 anak, 55 sebnyak 1 anak, 50 sebanyak 2 anak, tidak hadir 1.

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan konstruktivistik dapat meningkatkan hasil belajar mencari ide pokok paragraf dan kualitas proses belajar siswa kelas V SDN Purwodadi 1 Malang. Untuk penelitian yang selanjutnya disarankan mengembangkan pendekatan konstruktivistik lebih lanjut dan lebih bervariasi untuk memperbaiki kekurangan dan memperoleh hasil yang lebih memuaskan dengan memperbaiki penggunaaan media.