SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Posisi Kerja dan Postur Tubuh Terhadap Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Putty di PT. Kutai Timber Indonesia (KTI) Probolinggo Jawa Timur

Rosari Ella Cintya

Abstrak


RINGKASAN

Rosari, Ella Cintya. 2019. Pengaruh Posisi Kerja dan Postur Tubuh terhadap Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Putty PT. Kutai Timber Indonesia Probolinggo (Jawa Timur). Skripsi. Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Marji, M.Kes., Pembimbing: (II) Dr. Agung Kurniawan, M.Kes.

 

Kata Kunci : posisi kerja, postur tubuh, musculoskeletal disorders (MSDs)

Putty atau pendempulan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk meratakan permukaan lembaran kayu dengan cara menutup bagian yang berlubang dengan komponen khusus untuk putty, sehingga lembaran kayu tersebut siap untuk diolah pada tahap selanjutnya. Lembaran kayu yang telah diputty biasanya diolah menjadi lemari, badan gitar, piano, flooring dan media untuk bercocok tanam yang kemudian akan dipasarkan ke dalam maupun luar negeri. Proses putty merupakan manual handling atau proses yang masih menggunakan tenaga manusia, dimana pekerja bekerja dengan posisi kerja berdiri, agak menunduk, sedikit melakukan perpindahan, membungkuk, melakukan gerakan berulang seperti memutar badan untuk mengambil bahan putty dan memiliki titik tekan pada pergelangan tangan saat mengoleskan putty di permukaan kayu. Dalam waktu singkat, posisi kerja pada bagian putty terlihat tidak memiliki dampak bagi pekerja, namun dalam jangka waktu panjang ada kemungkinan pekerja mengalami keluhan nyeri pada beberapa bagian tubuh terutama pada sistem muskuloskeletal seusai melakukan aktivitas pekerjaannya. Asumsi ini didukung oleh hasil penilaian dan pengukuran keluhan musculoskeletal disorders (MSDs), posisi kerja, postur tubuh pada pekerja putty dengan instrumen kuesioner Nordic Body Map, lembar REBA dan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik yang menggunakan rancangan cross sectional dimana variabel bebas dan variabel terikat diamati secara bersamaan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linier yang diolah dengan software IBM SPSS Statistic v23. Hasil analisis regresi linier dalam penelitian ini adalah nilai koefisien (b0) adalah 0,414, nilai koefisien variabel posisi kerja (b1) adalah 0,049 dan nilai koefisien variabel postur tubuh (b2) adalah 0,615. Adapun persamaannya sebagai berikut: Nilai sig variabel posisi kerja (VAR 00002) dengan nilai sig variabel tingkat keluhan MSDs (Y) = 0,000 < 0,05 dan sig variabel postur tubuh (VAR 00003) dengan nilai sig variabel tingkat keluhan MSDs (Y) = 0,000 < 0,05. Ketiga variabel signifikan pada alfa 5%, dan nilai p-value statistic ketiganya masing-masing adalah 0,000 yang bernilai lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara posisi kerja dan postur tubuh terhadap tingkat keluhan musculoskeletal disorders (MSDs).

 

SUMMARY

Rosari, Ella Cintya. 2019. The Effects of Work Position and Body Posture on Musculoskeletal Disorders Complaints (MSDs) in Putty Workers of PT. Kutai Timber Indonesia Probolinggo (East Java). Undergraduate Thesis. Department, Public Health Sciences, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Malang. Supervisor: (I) Prof. Dr. Marji, M.Kes., Supervisor: (II) Dr. Agung Kurniawan, M.Kes.

 

Keywords: work position, body posture, musculoskeletal disorders (MSDs)

 

Putty is a process that aims to flatten the wood surface by covering the hollow part with special components, so that the wood sheet will be ready to be processed in the next installation. The wooden sheets which have been cut are usually processed into cabinets, guitar bodies, pianos, floors and media for farming which will then be marketed overseas. Putty process is a manual handling or procedure which still uses human power, where workers work with a working position, slightly bent, slightly transitioning, bending, doing repetitive movements such as turning the body to take putty material and adding movement when watching hands rubbing putty on the surface of the wood. In a short time, work position in the putty part seemed to have no designation for workers, but for a long time period, workers will need reparation on some parts of the body in the musculoskeletal system after doing their work activities. Musculoskeletal disorders (MSD), work position, body posture in putty workers with Nordic Body Map questionnaire instruments, REBA sheets and calculation of Body Mass Index (BMI). This study is an observational analytic study using a cross sectional design while the independent variables and variables were prepared in full. Data analysis in this study uses linear regression which is processed with IBM SPSS Statistics v23 software. The results of linear regression analysis in this study is the coefficient (b0) is 0.414, the coefficient of the work position variable (b1) is 0.049 and the coefficient of the variable body posture (b2) is 0.615. The equation is as follow: Sig value of work position variable (VAR 00002) with sig value variable level of satisfaction MSDs (Y) = 0,000