SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN JERUK PURUT (CITRUS HYSTRIX) DAN DAUN KEMUNING (MURRAYA PANICULATA (L) JACK) SEBAGAI BAHAN AKTIF ELEKTRIK CAIR TERHADAP MORTALITAS NYAMUK AEDES AEGYPTI

Mochamad Faizin

Abstrak


Penyakit Demam Berdarah (DBD) disebabkan oleh virus Dengue dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. DBD ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi virus Dengue. Berdasarkan data dan informasi dari Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2017), tercatat pada tahun 2016 jumlah kasus DBD di seluruh Indonesia adalah 201.885 kasus, dengan angka Incidence Rate (IR) per 100.000 penduduk adalah 77,96. Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat DBD adalah 1.585 jiwa dengan angka Case Fatality Rate (CFR) adalah sebesar 0,79%.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas ekstrak etanol daun jeruk purut, ekstrak etanol daun kemuning, serta ekstrak campuran terhadap mortalitas nyamuk Aedes egypti. Penelitian ini menggunakan desain penelitian True Experiment dengan rancangan Post Test Only Control Group Design. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel sebab dan variabel akibat. Variabel sebab dalam penelitian ini adalah flavonoid ekstrak etanol daun jeruk purut , ekstrak etanol daun kemuning, serta ekstrak etanol campuran daun jeruk purut dan daun kemuning. Sementara itu, variabel akibat dalam penelitian ini adalah jumlah nyamuk Aedes aegypti yang mati (mortalitas) akibat pemberian ekstrak etanol daun jeruk purut dan ekstrak etanol daun kemuning pada kadar dan waktu tertentu. Konsentrasi yang digunakan untuk masing-masing ekstrak adalah 10% dan 20%.

                        Hasil perhitungan uji One Way Anova F hitung = 138,167 dan F tabel = 2,85 yang menunjukkan bahwa F hitung > F tabel. Hasil signifikansi juga menunjukkan nilai 0,000 <  (0,05), yang berarti Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan mortalitas kematian nyamuk Aedes aegypti menggunakan perlakuan ekstrak etanol daun jeruk purut, ekstrak etanol daun kemuning, dan ekstrak campuran konsentrasi 10% dan 20%. Pada uji Post Hoc juga diketahui rata-rata memiliki nilai signifikansi <  (0,05) yang menunjukkan pada masing-masing variabel memiliki perbedaan yang signifikan.

                        Bagi penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan konsentrasi yang lebih tinggi untuk mengetahui konsentrasi bahan yang lebih efektif untuk membunuh nyamuk Aedes aegypti serta perlu untuk penelitian lebih lanjut mengenai senyawa lainnya yang terkandung dalam daun jeruk purut (Citrus hystrix) dan daun kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack).