SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Faktor Sosiodemografi dan Dukungan Sosial dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Pandanwangi Kota Malang

Sonia Rahma

Abstrak


ABSTRAK

 

Air susu ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi yang paling sehat untuk bayi. World Health Organization (WHO) merekomendasikan bahwa bayi harus diberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga usia 2 tahun (WHO, 2009:15). Bayi yang diberikan ASI eksklusif memiliki risiko morbiditas yang lebih rendah terhadap penyakit gastrointestinal dan alergi dibandingkan bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif (Horta, dkk., 2007:3). Cakupan ASI eksklusif di Kota Malang tergolong masih rendah dan mengalami penurunan pada tahun 2016. Persentase cakupan ASI eksklusif terendah berada di wilayah kerja Puskesmas Pandanwangi yaitu sebesar 59.45% dari total 1085 bayi (Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015:15). Beberapa faktor utama yang berperan terhadap praktik pemberian ASI eksklusif yaitu karakteristik sosiodemografi dan dukungan sosial (Hector, dkk., 2004:5). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor sosiodemografi (umur, pendidikan, dan pekerjaan) dan dukungan sosial (dukungan keluarga dan tenaga kesehatan) dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pandanwangi Kota Malang.

Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan studi cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 96 orang ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase setiap variabel, analisis bivariat dengan metode chi square untuk mengetahui hubungan antar variabel, dan analisis multivariat dengan metode regresi logistik berganda untuk mengetahui variabel independen yang paling besar pengaruhnya terhadap variabel dependen.

Hasil penelitian menunjukkan dari total 96 responden, sebanyak 52 responden (54.2%) tidak memberikan ASI eksklusif. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel faktor sosiodemografi yaitu umur ibu memiliki p value = 0.647, pendidikan ibu memiliki p value = 0.595, dan pekerjaan ibu memiliki p value = 0.440. Sedangkan, variabel dukungan sosial yaitu dukungan keluarga memiliki p value = 0.001 dan dukungan tenaga kesehatan memiliki p value = 0.002. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki p value < 0.05 dan memiliki nilai PR paling tinggi.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan semua faktor sosiodemografi yaitu umur, pendidikan, dan pekerjaan ibu tidak memiliki hubungan signifikan dengan pemberian ASI eksklusif. Sedangkan, semua faktor dukungan sosial yaitu dukungan keluarga dan tenaga kesehatan memiliki hubungan signifikan dengan pemberian ASI eksklusif. Dari kedua faktor tersebut, dukungan keluarga merupakan faktor yang memiliki hubungan signifikan paling besar dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pandanwangi Kota Malang.