SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Ketersediaan Tenaga Kesehatan Dengan Angka Mortalitas Dan Morbiditas Di Jawa Timur

MUHAMMAD AINURROHMAN

Abstrak


ABSTRAK

 

Rencana strategis (Renstra) pembangunan kesehatan 2015—2019 terdapat kegiatan pokok pada poin ke-5 adalah terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin. Tingginya permintaan pelayanan dan masih rendahnya jumlah tenaga kesehatan menjadikan tenaga kesehatan banyak dalam praktiknya melakukan Over Service karena jumlah tenaga kesehatan yang jauh dari standar terget. Kaitannya dengan pelayanan kesehatan yang baik, jumlah tenaga kesehatan yang cukup akan memunculkan status kesehatan masyarakat yang baik, dimana status kesehatan masyarakat yang baik ini ditandai oleh angka mortalitas dan morbiditas yang baik. Tenaga kesehatan yang ada di Provinsi Jawa Timur merupakan jumlah tenaga kesehatan kedua terbanyak di Indonesia setelah Provinsi Jawa Tengah dengan total tenaga kesehatan 69.405 orang pada tahun 2015. Dilihat secara umum gambaran pelayanan kesehatan di Provinsi Jawa Timur sudah cukup baik dalam segi pencapaiaannya seperti pada AKB, akan tetapi juga harus diperbaiki dibeberapa indikator seperti AKI dan morbiditas secara keseluruhan dalam keperluan evaluasi.

Penelitian ini merupakan penelitian korelasional untuk melihat ada atau tidak adanya hubungan antara Variabel sebab ketersediaan tenaga kesehatan (X) dengan variabel terikat (Y1) angka mortalitas dan (Y2) angka morbiditas di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini disebut juga penelitian populasi karena menggunakan subjek (1) seluruh penduduk Provinsi Jawa Timur, (2) tenaga kesehatan yang bekerja di wilayah kerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, (3) masyarakat luar yang berobat di wilayah kerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur pada tahun 2016 dan 2017 serta (4) masuk dalam data kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Instrumen yang digunakan berupa “dokumen” hasil pencatatan yang terkumpul pada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. Analisis data menggunakan uji rank order correlation (ROC) dengan p-value < 0,05 untuk mendapat hasil hubungan yang signifikan.

Hubungan ketersediaan tenaga medis dokter dengan Angka Kematian Neonatal (AKN) menunjukkan p-value sebesar 0,104; Angka Kematian Bayi (AKB) p-value sebesar 0,059; Angka Kematian Ibu (AKI) p-value sebesar 0,111 dan Angka Kematian Kasar Rumah Sakit (AKRS) p-value sebesar 0,055. Hal ini dapat diartikan bahwa hubungan ketersediaan tenaga medis dokter dengan AKN, AKB, AKI dan AKRS sangat lemah. Hubungan ketersediaan tenaga keperawatan dengan AKN p-value sebesar 0,160; AKB p-value sebesar 0,180; AKI p-value sebesar 0,275; dan AKRS p-value sebesar 0,116. Hal ini dapat diartikan bahwa hubungan ketersediaan tenaga keperawatan dengan AKN, AKB, AKI dan AKRS sangat lemah sedangkan ketersediaan tenaga kebidanan dengan AKN p-value sebesar 0,460; AKB p-value sebesar 0,506; dan AKI p-value sebesar 0,422. Hal ini dapat diartikan bahwa hubungan ketersediaan tenaga kebidanan dengan AKN, AKB, dan AKI sangat kuat.

Intepretasi lebih lanjut menyatakan hasil penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ketersediaan tenaga kesehatan dengan angka mortalitas dan morbiditas. Hasil yang berbeda tejadi pada tenaga kebidanan dengan angka mortalitas khususnya pada AKN, AKB dan AKI yang kuat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan standar target indikator keluaran di Provinsi Jawa Timur menunjukkan angka yang baik namun indikator keluaran yang belum memenuhi standar target. Hal ini mengindikasikan bahwa kinerja yang sangat efektif kepada tenaga kesehatan di Provinsi Jawa Timur yang sejalan dengan penelitian Han et all. Walaupun hasil penelitian ini tidak menjukkan adanya hubungan yang signifikan namun kebanyakan hasil yang diperoleh menunjukan arah negatif, hal ini menjadi harapan nantinya untuk semakin meningkatkan kinerja dan evaluasi jumlah tenaga kesehatan yang ada di Provinsi Jawa Timur.