SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Sosioekonomi, Obesitas dan Riwayat Diabetes Melitus (DM) dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Puskesmas Janti Kecamatan Sukun Kota Malang

SITI KHOLIFAH

Abstrak


RINGKASAN

 

Kholifah, S. H. 2018. Hubungan antara Sosioekonomi, Obesitas dan Riwayat Diabetes Melitus dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Puskesmas Janti Kecamatan Sukun Kota Malang. Skripsi. Jurusan Kesehatan Masyarakat. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Setyo Budiwanto, M.Kes., (2) Septa Katmawanti S.Gz., M.Kes.

 

Kata Kunci: Sosioekonomi, Obesitas, Riwayat DM, Hipertensi

Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis, yakni mencapai 6,7% dari populasi kematian pada semua umur di Indonesia. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 menunjukan prevalensi hipertensi secara nasional mencapai 31,7%. Berdasarkan Riskesdas 2007 menunjukkan prevalensi nasional hipertensi sebesar 29,8% pada penduduk berusia >18 tahun. Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi yang mempunyai prevalensi hipertensi lebih tinggi dari angka nasional. Berdasarkan hasil Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia yang didapat dari hasil pengukuran pada umur ≥18 tahun sebesar 25,8 persen). Dari data Riskesdas menunjukkan bahwa kejadian hipertensi pada tahun 2007, 2010, dan 2013 mengalami penurunan. Namun hipertensi yang terjadi di Indonesia masih tergolong tinggi.

Hipertensi di Kota Malang berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menyatakan bahwa dari 43.885 orang yang dilakukan pengukuran tekanan darah di pelayanan kesehatan, didapat 35,92% atau 15.765 orang dikategorikan dalam hipertensi. Selain pengukuran tekanan darah, kegiatan lain yang dilakukan untuk menanggulangi perkembangan penyakit degeneratif adalah melalui pemeriksaan obesitas. Dari 39.993 orang yang dilakukan pemeriksaan, terdapat 41,68% atau 16.671 orang yang masuk kategori obesitas. Kematian dini dari penyakit tersebut termasuk dalam kalangan sosioekonomi rendah. Hal tersebut menunjukkan bahwa sosioekonomi termasuk dalam faktor resiko yang paling determinan dalam penyakit tidak menular, salah satunya yaitu hipertensi. Di Puskesmas Janti termasuk yang menyumbang paling banyak penderita hipertensi di Kota Malang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sosioekonomi, obesitas, dan riwayat diabetes melitus dengan kejadian hipertensi di Wilayah Puskesmas Janti Kecamatan Sukun Kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah pasien yang periksa tekanan darah di Puskesmas Janti Kecamatan Sukun Kota Malang pada tahun 2017-2018 dengan usia antara 18—75+ tahun sedangkan sampel pada penelitian sebanyak 96 responden. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuisioner, lembar observasi, dokumen serta alat ukur microtoise bermerek Tesiana dan timbangan injak bermerek Onemed.  Teknik analisis data yang digunakan yaitu chi square.

Hasil penelitian, didapatkan bahwa 1) ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan kejadian hipertensi pada p-value 0,026, 2) ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan kejadian hipertensi pada p-value 0,032, 3) ada hubungan yang signifikan antara pendapatan dengan kejadian hipertensi dengan p-value 0,022, 4) ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan kejadian hipertensi dengan p-value 0,001, 5) ada hubungan yang signifikan antara riwayat diabetes melitus dengan kejadian hipertensi dengan p-value 0,000 di Wilayah Puskesmas Janti Kecamatan Sukun Kota Malang.

Simpulan dalam penelitian adalah sosioekonomi memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Janti. Hal tersebut dilihat dari hasil analisis tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan yang dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Janti. Obesitas memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi. Hal tersebut terlihat dari hasil IMT responden sehingga jika seseorang memiliki berat badan lebih dari normal maka risiko menderita hipertensi tinggi. Riwayat Diabetes Melitus (DM) memiliki hubungan yang signifikan dengan hipertensi.