SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA PULUNGDOWO KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG

Rosida Diana

Abstrak


RINGKASAN

 

Diana, R. 2018. Gambaran Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif Di Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) dr. Hartati Eko Wardani, M.Si. Med., (2) dr. Desi Ariwinanti, M.PH.

Kata Kunci: ASI eksklusif, ibu menyusui

 

ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan, tanpa menambahkan atau mengganti dengan makanan atau minuman lain. Pencapaian rata-rata persentase cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia tahun 2016 dari 34 provinsi adalah 29,5%, namun belum memenuhi target yaitu 42%. Provinsi Jawa Timur mendapatkan persentase sebesar 74% juga belum memenuhi target yang seharusnya sebesar 77%. Kabupaten Malang untuk pemberian ASI eksklusif dari keseluruhan 33 kecamatan adalah 64,92%, dan masih di bawah target yaitu 77%. Di Desa Pulungdowo salah satu wilayah cakupan kerja dari Puskesmas Tumpang semakin mengalami penurunan persentase pemberian ASI eksklusif.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif yaitu umur, paritas, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, tempat persalinan, ketersediaan fasilitas, dukungan suami dan dukungan petugas kesehatan di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan rancangan case control dan pendekatan retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu dalam masa laktasi  (menyusui) dan bayinya berusia 7-12 bulan. Kelompok sampel kasus yaitu semua ibu yang lulus ASI eksklusif sebanyak 30 orang, serta kelompok sampel kontrol dengan rasio 1:1 adalah tidak memberikan ASI eksklusif sebanyak 30 orang. Pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan kuesioner dengan metode self-administered questionnaire. Analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis univariat, bivariat dengan teknik analisis dengan chi square for assosiation, analisis Odds Ratio (OR), dan nilai Confident Interval (CI).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur (p = 1,000), paritas (p = 0,793), dan tempat persalinan (p = 0,561), dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Pulungdowo. Selanjutnya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,025), pendidikan (p = 0,024), pekerjaan (p = 0,032), ketersediaan fasilitas (p = 0,032), dukungan suami (p = 0,031), dan dukungan petugas kesehatan (p = 0,019), dengan pemberian ASI eksklusif di Desa  Pulungdowo.

Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara faktor predisposisi yaitu pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, dan faktor pemungkin yaitu ketersediaan fasilitas, serta faktor penguat yaitu dukungan suami, juga dukungan petugas kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Pulungdowo. Serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor predisposisi yaitu umur, paritas, dan faktor pemungkin yaitu tempat persalinan dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Pulungdowo. Adapun saran yang diberikan kepada petugas atau kader kesehatan Desa Pulungdowo untuk meningkatkan tindakan promosi kesehatan dan meyakinkan kepada para ibu bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dapat sangat bermanfaat baik bagi bayi juga ibu serta masyarakat, karena dalam hal ini kader atau petugas kesehatan memiliki peranan sangat penting untuk mempengaruhi tindakan ibu. Serta melibatkan keluarga agar selalu memberikan dukungan kepada para ibu, karena turut berperan aktif dalam kelangsungan pemberian ASI eksklusif.