SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR SOSIO DEMOGRAFI, MEROKOK, DAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDANWANGI KOTA MALANG

Nur Shofriah

Abstrak


Hipertensi merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang masih menjadi masalah di bidang kesehatan (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Kemenkes RI, 2014a:1). Pada tahun 2011, 1 miliar orang di dunia menderita hipertensi dan 2/3 diantaranya berada di negara berkembang. Hipertensi telah mengakibatkan kematian sekitar 8 juta orang setiap tahun dan 1,5 juta kematian terjadi di Asia Tenggara (DP2TM, 2013:1). Pada tahun 2025 kasus hipertensi di Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan sekitar 80% menjadi 115 miliar kasus dari jumlah total 639 juta kasus di tahun 2000 (DP2TM, 2013:1). Salah satu kota di Jawa Timur yang menyumbang angka kejadian hipertensi di Indonesia adalah Kota Malang. Berdasarkan data Dinkes Kota Malang, penyakit hipertensi termasuk dalam sepuluh penyakit terbanyak dan menduduki peringkat pertama di deretan PTM. Menurut Rahayu (2012:5), penyakit hipertensi dan komplikasinya dapat dicegah dengan cara mengendalikan faktor-faktor penyakit hipertensi. Beberapa faktor risiko dari hipertensi adalah faktor sosio demografi (umur, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan) merokok, dan obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor sosio demografi, merokok, dan obesitas dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pandanwangi.

Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional yang menggunakan metode quota sampling dengan cara menetapkan jumlah sampel terlebih dahulu atau menetapkan quotum (jatah). Sampel pada penelitian ini sebanyak 96 responden, yaitu masyarakat yang berkunjung (berobat) ke Puskesmas Pandanwangi dalam kurun waktu dilaksanakannya penelitian. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran. Analisis data yaitu univariat dan bivariat menggunakan chi square dengan bantuan software statistik SPSS versi 23.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur, pendidikan, dan obesitas memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi. Dan diperoleh nilai (p-value umur 0,000 PR = 3,000 dan 4,000); pendidikan dengan nilai (p-value = 0,030 PR = 1,231 dan 2,192); dan obesitas dengan nilai (p-value = 0,001 PR=1,229, 1,818 dan 3,538). Sedangkan jenis kelamin memiliki nilai (p-value = 0,767); pekerjaan memiliki nilai (p-value = 0,992); dan merokok memiliki nilai (p-value = 0,985) secara statistik berarti tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi secara signifikan.