SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Faktor Modifikasi (Teori Health Belief Model) dalam Deteksi Dini Kanker Serviks pada Majelis Riyadhul Jannah dan Majelis Fatayat NU di Dusun Meduran Desa Asrikaton Kecamatan Pakis Kabupaten Malang

Andri Irawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Kanker serviks menempati urutan pertama di Indonesia sebagai kanker tertinggi pada wanita bersama-sama dengan kanker payudara (Kementerian Kesehatan RI, 2015c:4). Tingkat kematian yang tinggi dari kanker serviks secara global (52%) dapat dikurangi dengan program deteksi dini dan pengobatan yang efektif (WHO, 2016b). Cakupan deteksi dini kanker leher rahim dan payudara di Indonesia masih rendah, yaitu sebesar 2,45% dari target 50% (Wahidin, 2015:8). Penelitian pendahuluan Khoir (2017) menjelaskan ada hubungan teori Health Belief Model dalam deteksi dini kanker serviks sebagai upaya menjelaskan kegagalan partisipasi masyarakat dalam program deteksi dini kanker serviks pada anggota majelis Riyadhul Jannah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor modifikasi (teori Health Belief Model) dalam deteksi dini kanker serviks pada Majelis Riyadhul Jannah dan Majelis Fatayat NU di Dusun Meduran Desa Asrikaton Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan rancangan studi cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 94 wanita anggota Majelis Riyadhul Jannah dan Majelis Fatayat NU di Dusun Meduran Desa Asrikaton Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Instrument penelitian menggunakan kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitas. Pengolahan data dilakukan editing, coding, entry, dan cleaning. Analisis data yaitu univariat, bivariat menggunakan chi square dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda dengan bantuan aplikasi SPSS 23 dan Microsoft Excel.

Hasil penelitian ini menunjukkan dari 94 responden, hanya 37 (39,4%) responden yang pernah melakukan deteksi dini kanker serviks. Analisis bivariat faktor modifikasi yang berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks adalah tingkat pendidikan (p = 0,016), tingkat pendapatan (p = 0,000), dukungan sosial (p = 0,001), motivasi (p = 0,000), efikasi diri (p = 0,000) dan pengalaman sebelumnya (p = 0,000). Sedangkan faktor umur (p = 0,297) dan pengetahuan (p = 0,383) secara statistik tidak berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan faktor modifikasi (teori Health Belief Model) yang berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks yaitu faktor demografi (tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan), faktor sosiopsikologi (dukungan sosial, motivasi, efikasi diri) dan faktor struktural (pengalaman sebelumnya).