SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Pengetahuan tentang Menstruasi dengan Kesiapan dalam Menghadapi Menarche pada Siswi SDN Asrikaton 1 Kecamatan Pakis Kabupaten Malang

Silvia Novitasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Masa remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, di masa ini manusia akan mengalami masa pubertas. Pada masa ini biasanya terjadi perubahan berbagai aspek seperti biologis dan psikologis. Pada wanita masa pubertas ditandai dengan datangnya menarche atau menstruasi pertama. Menstruasi merupakan pelepasan endometrium yang disertai dengan perdarahan serta mengandung sel telur yang tidak dibuahi yang terjadi pada waktu tertentu dan berulang-ulang.

Pengetahuan yang baik terkait menstruasi sangat diperlukan siswi dalam menghadapi menarche, agar mereka siap menghadapi menarche. Jika tidak, akan menimbulkan anggapan yang keliru terkait menarche, seperti menganggap bahwa datangnya menarche sebagai suatu penyakit, sehingga menimbulkan kecemasan. Pengetahuan tentang menstruasi yang kurang juga mengakibatkan remaja akan merasakan bahwa peristiwa tersebut mengecewakan sehingga mereka merasa malu karena merasa sangat kotor saat menstruasi pertama mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang menstruasi  dengan kesiapan dalam menghadapi menarche pada siswi SDN Asrikaton 1 Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.

Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik total sampling pada 35 siswi kelas IV, V, VI SDN Asrikaton yang belum mengalami menarche. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan analisis data yaitu univariat dan bivariat menggunakan chi square dengan bantuan aplikasi SPSS 23.

Hasil penelitian ini menunjukkan dari 35 responden terdapat 12 responden (70,5%) memiliki pengetahuan baik dan siap menghadapi menarche dan hanya 1 responden (5,6%) dengan pengetahuan baik dan tidak siap menghadapi menarche. Selanjutnya dari 11 responden yang memiliki pengetahuan cukup, terdapat 3 responden (17,7%) yang siap menghadapi menarche dan 8 responden (44,4%) tidak siap menghadapi menarche. Responden dengan pengetahuan kurang dan siap menghadapi menarche yaitu 2 responden (11,8%) sedangkan 9 responden (50%) memiliki pengetahuan kurang dan tidak siap menghadapi menarche. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai p-value 0,000. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan mengenai menstruasi dengan kesiapan dalam menghadapi menarche pada siswi SDN Asrikaton 1. Diharapkan bagi guru SDN Asrikaton 1 agar menyediakan materi tambahan terkait menstruasi agar pengetahuan siswi baik dan lebih siap dalam menghadapi menarche, dan menambah koleksi buku tentang menstruasi untuk meningkatkan minat baca siswi.