SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Mutu Pelayanan Antenatal Care berdasarkan Dimensi Interaksi Personal, Pemecahan Masalah, dan Kebijakan di Puskesmas Dinoyo Kota Malang

Nilna Wachidah

Abstrak


ABSTRAK

 

Pembangunan kesehatan menjadi salah satu indikator  pembangunan suatu negara atau daerah. Salah satu indikator pembangunan kesehatan adalah program kesehatan ibu dan anak. Pada tahun 2015 di seluruh dunia sekitar 830 perempuan meninggal setiap hari karena komplikasi selama kehamilan atau persalinan (WHO, 2017:29). Berdasarkan data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS), pada tahun 2015 Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia sebesar 305 per 100.000 Kelahiran Hidup (KH). Sedangkan kasus kematian ibu yang berada di Kota Malang pada tahun 2016 mencapai 75,29 per 100.000 KH. Kematian ibu dapat dicegah dengan intervensi medis. Oleh karena itu sangat penting untuk meningkatkan akses perempuan terhadap perawatan yang berkualitas sebelum, selama dan setelah melahirkan (WHO, 2017:29). Pelayanan Antenatal Care (ANC) adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu selama hamil.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mutu pelayanan ANC ditinjau dari dimensi interaksi personal, pemecahan masalah, dan kebijakan di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian adalah 69 ibu hamil yang menggunakan pelayanan ANC di Puskesmas Dinoyo Kota Malang yang melakukan kunjungan lebih dari satu kali atau minimal dua kali. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data yaitu analisis univariat.

Hasil penelitian menunjukkan pada dimensi interaksi personal diketahui sebesar 100% responden menyatakan petugas (dokter, bidan, perawat) di Poli KIA Puskesmas Dinoyo sopan dan ramah saat pelayanan, namun 94,2% responden menyatakan petugas sulit ditemui, secara keseluruhan menunjukkan 81,2% responden menyatakan mutu pelayanan ANC cukup. Ditinjau dari dimensi pemecahan masalah, diketahui sebesar 100% responden merasa petugas bersedia membantu dan memiliki sikap peduli dalam menyelesaikan masalah kehamilan, namun 94,2% responden merasa petugas lambat dalam mengatasi masalah kehamilan, secara keseluruhan sebesar 82,6% responden menyatakan mutu pelayanan ANC cukup. Pada dimensi kebijakan diketahui sebesar 100% menyatakan tarif pelayanan terjangkau, namun sebesar 13% merasa tempat parkir kurang nyaman dan sempit, secara keseluruhan menunjukkan 94,2% responden menyatakan mutu pelayanan ANC cukup. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mutu pelayanan ANC di Puskesmas Dinoyo berdasarkan dimensi interaksi personal, pemecahan masalah, dan kebijakan berada pada kategori cukup.