SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Faktor Predisposisi dengan Kasus Drop Out Akseptor Keluarga Berencana pada Wanita Pasangan Usia Subur di wilayah kerja Puskesmas Gemarang Kabupaten Ngawi

Tika Priastian

Abstrak


ABSTRAK

 

Jumlah kasus drop out (DO) kontrasepsi di Indonesia tahun 2010 sebanyak 31,52% kasus DO KB, sedangkan angka DO KB di Jawa Timur sejumlah 27,8% kasus DO KB. Angka DO KB di Jawa Timur tidak jauh berbeda dengan angka DO KB tingkat nasional. Sedangkan angka penggunaan KB aktif di Jawa Timur mengalami penurunan dari tahun 2013 sejumlah 73,48% menjadi 72,80% pada tahun 2014 terkait dengan penggunaan KB aktif. Jumlah penggunaan KB aktif Kabupaten Ngawi tahun 2016 hanya sebesar 73,6%. Sedangkan angka penurunan DO KB di Kabupaten Ngawi hanya sebesar 2,20% pada tahun 2016. Jumlah PUS yang banyak dengan capaian KB aktif rendah yakni di Puskesmas Gemarang, pada tahun 2016 masih terdapat 31,28% kasus DO KB dengan peserta KB aktif hanya 67,2%. Sedangkan target pemerintah tahun 2016 untuk kasus DO KB sebesar 25,7% kasus DO KB. Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya kasus DO KB adalah faktor kependudukan yakni sosiodemografi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur, jumlah anak, tingkat pendidikan, dan pendapatan dengan kasus DO KB pada wanita PUS di wilayah kerja Puskesmas Gemarang Kabupaten Ngawi serta mengetahui variabel yang paling dominan berhubungan antara faktor predisposisi dengan kasus DO akseptor KB pada wanita PUS di wilayah kerja Puskesmas Gemarang Kabupaten Ngawi.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah PUS pada tahun 2016 yaitu sebanyak 5.229 dengan 1.246 DO KB dan 3.983 KB aktif. Teknik sampling yang digunakan yakni cluster sample selanjutnya proportional sampling dan dilanjutkan dengan simple random sampling. Sedangkan sampel penelitian sebanyak 93 responden kelompok DO KB dan 93 responden kelompok KB aktif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis univariat, analisis bivariat dengan teknik analisis Chi square for association, analisis Prevalen Ratio (PR) dan nilai Confident Interval (CI), serta analisis multivariat menggunakan analisis regresi berganda logistik.

Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan kasus DO KB wanita PUS di wilayah kerja Puskesmas Gemarang dengan p-value 0,000, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah anak dengan kasus DO KB dengan p-value sebesar 0,138, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kasus DO KB dengan besar p-value 0,000, dan terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan dengan kasus DO KB dengan nilai p–value 0,000. Sedangkan variabel yang paling dominan berkontribusi terhadap kasus DO KB adalah umur dengan nilai Koef (B) yakni -2,968 dan besar PR (Exp (B)) adalah 0,051.

Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara umur, tingkat pendidikan, dan pendapatan dengan kasus DO KB pada wanita PUS di wilayah kerja Puskesmas Gemarang, dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah anak dengan kasus DO KB pada wanita PUS di wilayah kerja Puskesmas Gemarang. Sedangkan variabel yang paling dominan berhubungan signifikan antara faktor predisposisi dengan kasus DO KB pada wanita PUS di wilayah kerja Puskesmas Gemarang Kabupaten Ngawi adalah umur.