SKRIPSI Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Faktor Risiko Hipertensi dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Produktif Menggunakan Pendekatan WHO STEPwise Step 1 (core/inti) di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang

Anisa Nidya Eka Putri

Abstrak


ABSTRAK

 

Hipertensi merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia (Depkes RI, 2015a:1). Menurut WHO (2016), hipertensi diperkirakan menyebabkan 7,5 juta kematian, sekitar 12,8% dari total seluruh kematian. Di Indonesia, prevalensi hipertensi cukup besar yaitu sebesar 25,8% (Riskesdas, 2013:88). Surveilans faktor risiko hipertensi sangat diperlukan dalam menekan tingginya angka penderita hipertensi dengan menggunakan instrumen WHO STEPwise. Akan tetapi, surveilans faktor risiko penyakit hipertensi menggunakan WHO STEPwise belum pernah dilakukan di Indonesia.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko hipertensi dengan kejadian hipertensi pada usia produktif menggunakan pendekatan WHO STEPwise Step 1 (core/inti) di wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan rancangan studi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 88 orang pasien rawat jalan di poli umum Puskesmas Kedungkandang Kota Malang yang telah memenuhi kriteria inklusi. Pemilihan sampel penelitian adalah dengan menggunakan teknik quota sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara menggunakan kuesioner. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah instrumen WHO STEPwise Step 1 (core/inti). Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square, derajat kepercayaan 95%.

Hasil penelitian menggunakan uji chi square (α = 0,05) menyatakan bahwa bahwa terdapat hubungan yang signifikan pada faktor jenis kelamin (p = 0,042), dan riwayat hipertensi (p = 0,000) terhadap kejadian hipertensi. Sedangkan, faktor usia, tingkat pendidikan, merokok, konsumsi alkohol, konsumsi buah dan sayur, aktivitas fisik dan riwayat diabetes tidak memiliki hubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi.